JOHOR, Tugumalang.id – Di bulan suci Ramadan, tantangan terbesar bagi orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seringkali muncul dari pengaturan pola makan yang tepat.
Penawar Special Learning Centre (PSLC) lembaga pendidikan dan terapi anak berkebutuhan khusus terpercaya di Malaysia, dengan jaringan PSLC Indonesia belum lama ini menggelar Insight Talk Ramadan Series.
Melalui media live Instagram di akun @pslc.indonesia yang digelar pada Sabtu, 21 Februari 2026. Psychologist of PSLC Malaysia, Izza Faqihah menyampaikan ABK membutuhkan perhatian ekstra terhadap nutrisi untuk menjaga konsentrasi belajar, mengelola sensorik, dan mendukung perkembangan emosional mereka.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan tim pendidik dalam menghadapi bulan puasa.
Sebab, bagi anak-anak dengan kondisi autisme, ADHD, atau kesulitan sensorik, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga keseimbangan kebutuhan nutrisi mereka.
“Puasa di bulan Ramadan ini tak semua anak berkebutuhan khusus bisa makan makanan yang dimakan oleh anak-anak normal lainnya. Karena anak berkebutuhan khusus, terkadang mereka hanya bisa makan makanan yang bertekstur renyah atau lembut seperti bubur dan juga ada pantangan, seperti tidak boleh makan nasi atau ayam,” beber Izza.
Baca juga: PSLCNet Cosmo Medan Hadirkan Parents Corner: Rahasia Awal Kehidupan Anak yang Berdampak Besar
Perlunya Orang Tua Memberi Nutrisi yang Cukup Pada Anak
Lebih lanjut, Izza mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan asupan nutrisi yang cukup kepada anak untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
Pemberian makanan harus memperhatikan kondisi anak, seperti anak yang kesulitan mengunyah atau memiliki sensori positif terhadap bau, perlu diperhatikan dengan baik. Sehingga memperlakukan anak berkebutuhan khusus untuk membiasakan berpuasa di bulan Ramadan, perlu dilakukan secara pelan-pelan tanpa paksaan.
“Makanan yang diberikan kepada anak, sebaiknya cukup protein, karbohidrat, dan juga vitamin dengan mengikuti kemauan anak. Sebab, jika dipaksa misalkan anak tidak bisa mengunyah dengan baik, mereka akan kesulitan atau ketika belum siap mengkonsumsi makanan baru, jangan dipaksa karena mereka bisa muntah,” bebernya.
Baca juga: Ilmu Bermanfaat di Bulan Suci! PSLC Hadirkan Insight Talk Ramadan Series Via Live Instagram
“Anak dengan kebutuhan khusus boleh berpuasa dan juga boleh untuk tidak berpuasa, sebab mereka tergolong orang yang diberi keringanan sehingga tidak dapat dipaksakan,” imbuh Izza.
Pengenalan Berpuasa Secara Pelan-Pelan dengan Memperhatikan Emosi Anak
Anak berkebutuhan khusus berbeda dengan anak pada umumnya. Mereka membutuhkan waktu untuk dapat menyesuaikan situasi dan kondisi ketika harus beradaptasi berpuasa di bulan Ramadan.
Orang tua perlu memperhatikan emosi dan kebutuhan anak sehingga pengenalan puasa di bulan Ramadan tidak dapat dilakukan melalui paksaan.

Izza menyarankan apabila orang tua ingin mengajak dan mengenalkan anak berkebutuhan khusus tentang makna berpuasa, perlu dilakukan secara pelan-pelan. Misalnya seperti mengatur pola makan anak dengan mengatur jeda waktu makan, sehingga mereka akan terbiasa untuk mengikuti ritme berpuasa, tidak bisa dipaksa harus satu hari penuh berpuasa.
Jika orang tua melakukan tindakan yang keras seperti memaksakan anak berpuasa dan memberi penjelasan kalau berpuasa itu dosa atau mereka akan dibenci oleh Allah. Menurut Izza, hal itu justru akan mengganggu tumbuh kembang anak dan juga kondisi emosional mereka.
“Kita boleh memaksakan anak sesuai dengan kemauan kita untuk mereka berpuasa. Karena anak berkebutuhan khusus, mereka perlu waktu untuk belajar memahami tentang konsep berpuasa,” jelasnya.
“Jadi jika anak memang tak boleh berpuasa atau belum mampu berpuasa perlu pendekatan pelan-pelan. Seperti mengatur pola makan, anak boleh makan setelah lima jam atau diatur jam makannya dan orang tua perlu menerangkan makna berpuasa kepada anak secara pelan-pelan,” jelas Izza.
Informasi Seputar PSLC
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar PSLC yang hadir di Indonesia melalui PSLC Indonesia dan PSLCNet, dapat mengakses:
· Website: www.pslcindonesia.com
· Email: pslcindonesia@gmail.com
· Kontak Telepon: 0812-3069-7798
· Instagram: @pslc.indonesia
· TikTok: @pslc.indonesia
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























