Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Tak Ada Lagi Jabat Tangan Setelah Subuh Itu

Redaksi by Redaksi
Februari 26, 2026 7:07 am
in Catatan
Jabat Tangan

Irham Thariq. foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Haji Andik. Pulang begitu cepat. Usianya 54 tahun. Mengagetkan banyak orang.”Kemarin masih ke Masjid,” kata salah seorang tetangga.

Saya termasuk yang terkejut. Rabu (25/2/2026) jelang dini hari, saya masih duduk di balkon rumah, mendengarkan musik, merokok, dan menikmati kopi americano. Malam itu terasa tenang dan begitu nikmat.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Sekitar pukul 23.00 WIB, masjid di samping rumah menyiarkan kabar duka. Haji Andik wafat. Saya langsung membangunkan istri. Ia membenarkan bahwa Haji Andik, yang rumahnya hanya sepelemparan batu dari rumah kami, telah berpulang.

Kami satu RT, tetapi saya justru lebih mengingat senyumnya daripada nama lengkapnya. Senyum yang khas, supel, dan mudah menyapa.

Baca juga: Teman Lama dan Pentingnya Menekan Tombol Pause di Akhir Tahun

Kami sering bertemu saat shalat subuh di Masjid Darussalam, Sanan, Kota Malang, yang dekat dengan rumah kami berdua. Saat saya shalat subuh di masjid itu, hampir pasti bertemu Haji Andik.

Biasanya, saya dua kali salaman dengan Haji Andik. Pertama, saat selesai doa di masjid. Lalu, kita pulang keluar dari gang. Saat hendak tiba diujung jalan, Haji Andik biasanya bersalaman kembali. Sebagai tanda pamit dan mau sampai ke rumahnya.

Jabat Tangan yang Sederhana, Namun Penuh Makna

Salaman itu sederhana, tapi menunjukan hal luar biasa: bisa persahabatan, atau sebuah sikap, kita satu saudara karena sama-sama Muslim.

Dalam 3-4 hari terakhir, saya jarang bertemu Haji Andik. Karena saya shalat subuh di Mushola Al Dachlany, lalu setelah itu membaca Alquran di makam dekat mushola itu.

Rupanya, salaman terakhir dengan Haji Andik di ujung gang, sekitar 5 hari yang lalu itu, adalah salaman terakhir saya dengannya.

Rabu pagi (25/2/2026) haji Andik yang mempunyai riwayat kencing manis ngedrop. Dia dibawakan ke rumah sakit. Dan ternyata, dia wafat di hari itu juga. Di bulan yang indah. Ramadhan.”Dia sudah sekitar 9 tahun sakit kencing manis, tapi dia lawan dengan aktivitas biasa saja,” kata salah seorang tetangga.

“Dia lima waktu selalu jama’ah ke Masjid,” kata tetangga yang lain, mengenang Haji Andik yang kerjanya jualan keripik tempe.

Subuh Tanpa Sosok yang Biasanya Ada

Kamis (25/2/2026), setelah shalat subuh di Masjid Darussalam, sang imam mendoakan Haji Andik. Subuh yang biasanya ada Haji Andik, kali ini tak ada lagi. Dan kelak, satu persatu di antara kita juga tak akan lagi shalat subuh di tempat tersebut. Semua akan berpindah ke alam lain. Semuanya hanya soal waktu.

Baca juga: Puasa dan Ketahanan Mental

Dari Haji Andik kita belajar. Bahwa, untuk bisa dikenang dan membekas di hati orang, bisa dilakukan dengan hal sederhana: senyum dan salaman yang ikhlas.

Juga aktivitas dia yang selalu berjama’ah di Masjid, kita bisa belajar bahwa mendahulukan Allah SWT bukan sekedar jargon. Tapi, tindakan nyata. Tinggalkan semua aktivitas ketika waktu shalat tiba. Lalu, ke Masjid, untuk shalat berjama’ah.

Selamat tinggal, Haji Andik. Jabatan tangan habis subuh itu, membekas di hati saya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Irham Thoriq

redaktur: jatmiko

Tags: Haji AndikInspirasi KehidupanKabar DukaKencing Maniskota malangMasjid DarussalamRamadanRamadan 2026Warga Sanan

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total Blood Moon Terjadi 3 Maret 2026 di Malam 14 Ramadan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.