Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Maraknya Getok Parkir hingga ‘Budget Mahal’ Jadi Faktor Kunjungan Wisata Kota Batu Kian Menurun

Redaksi by Redaksi
Januari 23, 2026 7:36 pm
in News
Ilustrasi kunjungan wisatawan ke Alun-alun Kota Batu. Foto: Azmy

Ilustrasi kunjungan wisatawan ke Alun-alun Kota Batu. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pakar Pariwisata A. Faidlal Rahman mengungkap sejumlah faktor yang membuat tingkat kunjungan wisata ke Kota Batu, Jawa Timur kian menurun dari tahun ke tahun.

Berbagai masalah di level akar rumput mulai kerap terjadi getok parkir, harga makanan, sayur dan buah yang mahal hingga maraknya villa bodong membuat wisatawan mulai berpaling satu per satu.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Permasalahan ‘trust issues’ atau kepercayaan ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pria yang akrab disapa Faid itu mengungkap faktor ‘trust issues’ itu didapat dari berbagai ulasan negatif di media sosial.

Baca Juga:  Kado Ulang Tahun Megawati, PDI Perjuangan Kota Malang Rawat Lingkungan dengan Tanam Pohon

Contoh pengalaman seperti menjadi korban getok parkir, kata dia, dinilai cepat membentuk persepsi risiko yang harus diwaspadai wisatawan sebelum berkunjung.

“Di era digital seperti hari ini, pengalaman buruk yang dialami satu dua orang bisa menyebar luas dan langsung memengaruhi keputusan berkunjung wisatawan. Kalau ke jogja, kita masih harus waspada dengan isu ‘klitih’ misalnya,” ungkapnya, Jumat (23/1/2026).

Isu kepercayaan ini jika kemudian terus berlanjut kata dia juga berpengaruh terhadap masa tinggal (length of stay) wisatawan. Fakta ini juga pernah diungkap dari data Polres Batu di mana wisatawan memilih ke Kota Batu untuk itinerary singkat.

Meski begitu, fenomena itu bukan soal salah benar pemerintah daerah sepenuhnya, namun juga menjadi bagian dari dinamika pariwisata secara global yang juga dipengaruhi situasi ekomomi. Hari ini, situasi ekonomi global yang tidak stabil turut mendorong perubahan pola berwisata.

Baca Juga:  Dishub Kabupaten Malang Siagakan Relawan di 19 Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang

”Wisatawan sekarang jauh lebih rasional. Mereka sensitif terhadap biaya, cenderung mempersingkat durasi perjalanan dan memilih perjalanan singkat atau wisata persinggahan saja,” beber Faid.

”Ini bahkan sudah terjadi di Kota Batu yang masih terlihat ramai, tapi terjadi penurunan okupansi hotel,” imbuhnya.

Selain faktor ekonomi, kepadatan dan kemacetan saat musim liburan juga memunculkan kejenuhan destinasi. Wisatawan akhirnya membatasi waktu kunjungan agar tidak terjebak macet terlalu lama. ”Sebenarnya, persoalannya bukan sekadar jumlah wisatawan yang turun, tetapi kualitas kunjungan dan kontribusi ekonominya,” tegasnya.

Sebab itu, ia menilai penurunan kunjungan wisata ke Kota Batu pada 2025 seharusnya menjadi alarm pengingat bagi seluruh pihak untuk memulai sebuah transformasi strategi pariwisata. Sudah waktunya Kota Batu bergeser dari orientasi kuantitas menuju kualitas.

“Fokusnya bukan hanya menarik orang datang, tapi menciptakan alasan kuat agar mereka mau tinggal lebih lama. Pola wisata tek-tok itu faktanya memang tidak membuat manfaat ekonomi menyebar secara optimal,” jelasnya.

Sementara, soal persepsi wisata mahal, Faid menilai hal itu masih terbilang relatif. Persepsi mahal muncul karena wisata yang paling terekspos adalah wisata buatan dan wisata keluarga yang biayanya terakumulasi dari harga tiket, parkir, konsumsi dan penginapan.

Namun, ketika akumulasi biaya wisata itu diperparah dengan isu getok parkir hingga akomodasi bermasalah, maka perspektif yang akan muncul dari wisatawan adalah mahal. ”Pengeluaran yang saya keluarkan tidak sebanding dengan pengalaman yang didapat. Jadi ini bukan hanya soal hargal tapi money values,” kata dia.

Menurutnya soal biaya wisata ke Kota Batu, Faid berpendapat masih relatif terjangkau. Hanya saja masih memerlukan penataan harga, transparansi biaya, serta diferensiasi produk wisata agar persepsi ‘wisata mahal’ tidak terus menguat.

“Penurunan ini seharusnya menjadi momentum perubahan. Tantangannya bukan lagi menarik orang datang, tapi membuat wisatawan betah tinggal,” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: kota batuParkir

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang, khususnya di Kota Malang pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 diperkirakan dalam kondisi berawan. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 24 Januari 2026: Berawan Sepanjang Hari

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.