Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Duet Maut di Balik Pameran Seni ‘Intersection’ di Malang, Ruang Temu Gagasan Lintas Generasi

Redaksi by Redaksi
Januari 21, 2026 6:30 pm
in News
Pameran seni

Pameran Intersection jadi titik temu gagasan lintas generasi. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Di tengah menjamurnya ruang kreatif di Kota Malang, pameran seni bertajuk INTERSECTION hadir sebagai upaya mendobrak sekat antara seni tradisi dan seni media baru. Pameran ini menjadi titik temu gagasan lintas generasi yang lahir dari kolaborasi dua sosok dengan latar belakang berbeda, namun bertemu dalam visi yang sama.

Digelar pada 16–18 Januari 2026 di Astaloka Coffee, INTERSECTION tidak sekadar menghadirkan karya sebagai pajangan visual. Pameran ini justru menjadi ruang dialog yang mengubah keresahan personal menjadi pertemuan ide, menghubungkan kedalaman konsep dengan realitas publik yang lebih luas.

READ ALSO

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Warga Ternyang Pasang Besi Penyangga di Jembatan Garuda Termangun

Di balik inisiasi pameran tersebut, terdapat dua figur kunci yang berperan sebagai arsitek pertemuan gagasan. Keduanya merepresentasikan pertemuan antara kuratorial yang menjaga kedalaman konsep dan pendekatan akademik yang menjembatani kampus dengan ruang publik.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari lahirkan pameran Intersection. Foto: Dok

Pertemuan Kurator dan Akademisi dalam Satu Gagasan

Dua sosok tersebut adalah Didit Prasetyo, kurator lintas disiplin, dan Adita Ayu Kusumasari, akademisi dari Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS). Keduanya datang dari jalur berbeda, namun bertemu pada satu pemahaman bahwa seni seharusnya tetap berpikir, sekaligus tetap terhubung dengan publiknya.

Baca juga: Gelar Pameran Seni, Universitas Negeri Malang Pertegas Komitmen Dukung SDGs

Didit Prasetyo yang juga berprofesi sebagai dosen seni di Malang menekankan bahwa pameran bukan sekadar soal estetika ruang. Menurutnya, gagasan harus menjadi fondasi utama sebelum membicarakan lokasi, visual, maupun audiens.

Bagi Didit, salah satu persoalan klasik dalam pendidikan seni adalah jebakan estetika visual. Banyak mahasiswa dinilai terlalu berfokus pada hasil akhir yang tampak indah, tetapi kurang kuat secara makna. Ia menegaskan bahwa proses konseptual harus dibangun sejak awal agar karya memiliki kedalaman.

“Harus ada gagasan dulu. Ruang itu nanti mengikuti,” tegas Didit.

Pengalaman Didit sebagai pengajar dengan latar belakang mahasiswa yang beragam membentuk cara pandangnya dalam membaca karya. Ia terbiasa menilai karya bukan hanya dari hasil akhir, melainkan dari proses berpikir yang melatarbelakanginya.

“Setiap mahasiswa punya karakter dan karya yang berbeda. Dari situ saya belajar memahami bagaimana mereka membentuk karya. Itu menjadi pelajaran baru bagi saya,” katanya.

Menjaga Kedalaman Konsep di Tengah Eksplorasi Medium

Didit juga menyoroti kecenderungan mahasiswa yang lebih memikirkan hasil dibanding proses konseptual. Menurutnya, hal tersebut bukan persoalan teknis, melainkan berkaitan dengan kedewasaan berpikir.

“Biasanya mereka lebih memikirkan hasil. Proses dan konsep kadang dipikir belakangan. Padahal kami melatih agar semuanya dikonsep sejak awal, supaya ketika karya jadi, itu sudah matang,” paparnya.

Baca juga: Designholic 11.0 x Navastra, Pameran Seni Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Dalam konteks seni media baru, tantangan tersebut semakin terasa ketika mahasiswa mengangkat tema tradisi. Didit menilai pengambilan tema kerap masih berada di permukaan karena fokus lebih banyak tercurah pada eksplorasi medium dan visual.

“Sering kali konsep tradisional hanya diambil di permukaan karena mereka fokus ke medium visual. Di situ peran saya membantu agar pemaknaannya lebih dalam. Untuk visual dan teknis, saya serahkan ke mereka,” jelasnya.

Pameran sebagai Jembatan Akademik dan Ruang Publik

Jika Didit berperan menjaga “ruh” karya, Adita Ayu Kusumasari memastikan karya-karya tersebut memiliki ruang hidup yang lebih panjang dan mampu menyentuh publik. Sebagai Ketua Program Studi DKV UBHINUS, Adita tidak ingin karya tugas akhir mahasiswa hanya berakhir sebagai arsip akademik.

Adita yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di ISI Bali membawa riset disertasinya mengenai Media Art dan seni tradisi ke dalam praktik nyata. Ia membimbing kelompok mahasiswa Gangcallslow untuk menguji gagasan mereka langsung di hadapan audiens publik.

Menurut Adita, pameran ini sekaligus menjadi penolakan terhadap dikotomi antara galeri dan ruang alternatif. Ia menilai ruang seperti kafe justru relevan untuk mendekatkan seni media baru dengan keseharian anak muda.

“Kalau di galeri eksklusif bisa saja. Tapi untuk sekarang, justru tempat kafe seperti ini lebih kena ke anak muda yang nongkrong,” ujarnya.

Baginya, INTERSECTION berfungsi sebagai laboratorium hidup. Mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dihadapkan langsung pada respons audiens.

“Ini jembatan dari dunia akademik ke publik. Anak-anak dapat pengalaman pameran, ketemu audiens, dan melihat langsung respon orang,” katanya.

Kolaborasi Didit Prasetyo dan Adita Ayu Kusumasari menjadi penanda dinamika baru dalam praktik seni hari ini. Didit hadir menjaga kedalaman konseptual di tengah euforia medium dan teknologi, sementara Adita membuka jalur agar praktik tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diuji di ruang sosial.

INTERSECTION sendiri merupakan pameran lintas disiplin yang mempertemukan seni media baru, musik, dan ruang sosial. Selain menghadirkan karya interaktif yang dapat dimainkan, pameran ini juga diisi berbagai program pendukung, mulai dari pertunjukan audio-visual, DJ set, hingga pop-up art merchandise.

Tak hanya menjembatani seniman, akademisi, dan publik, INTERSECTION juga menjadi roadshow pembuka menuju Swarnaloka 2026 yang direncanakan akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Adita Ayu Kusumasarididit prasetyogangcallslowmedia artsnew media art exhibitionPameran Intersectionpameran seni di malangseni tradisi

Related Posts

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas
News

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Kamis, 3 Sep 2026
Warga Ternyang Pasang Besi Penyangga di Jembatan Garuda Termangun
News

Warga Ternyang Pasang Besi Penyangga di Jembatan Garuda Termangun

Rabu, 2 Sep 2026
Festival Nyusu Bareng 2026 Perluas Pasar Susu Dusun Brau Kota Batu
News

Festival Nyusu Bareng 2026 Perluas Pasar Susu Dusun Brau Kota Batu

Rabu, 2 Sep 2026
Ayam Peternak
News

Harga Telur Anjlok, Peternak Kecil di Kabupaten Malang Terancam Gulung Tikar

Rabu, 2 Sep 2026
Harga Telur Anjlok di Malang, Peternak Ayam Kepanjen Kuras Tabungan
News

Harga Telur Anjlok di Malang, Peternak Ayam Kepanjen Kuras Tabungan

Rabu, 2 Sep 2026
Dinsos Kota Malang Dampingi Anak 3 Tahun Korban Penganiayaan
News

Dinsos Kota Malang Dampingi Anak 3 Tahun Korban Penganiayaan

Rabu, 2 Sep 2026
Next Post
Becak listrik

Pemkab Malang Sediakan Colokan Gratis untuk Becak Listrik di Pangkalan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.