MALANG, Tugumalang.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang mendorong pengembangan durian sebagai komoditas unggulan daerah. Buah berduri ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan potensi pendapatan mencapai Rp400 juta per hektare.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, menyebut durian memiliki prospek cerah, baik di pasar nasional maupun internasional. Sejumlah varietas premium seperti musang king, black thorn, dan bawor saat ini memiliki permintaan pasar yang sangat tinggi.
“Insyaallah pasar durian ini bagus sekali,” ujar Makhrus usai pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (14/1/2026).

Empat Faktor Penentu Produktivitas Durian
Makhrus menegaskan, ada empat faktor utama yang perlu diperhatikan agar hasil panen durian dapat maksimal. Keempat aspek tersebut meliputi pemilihan bibit, pemupukan, pengairan, serta sistem penjualan.
Baca juga: HKTI Kabupaten Malang Uji Varietas Padi Organik Baru, Produktivitas Tembus 12 Ton per Hektare
Menurutnya, perhatian terhadap empat faktor ini menjadi fokus HKTI Kabupaten Malang agar komoditas pertanian memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini berlaku bukan hanya untuk durian, tapi juga komoditas lainnya,” kata Makhrus.
Program Bibit Unggul dan Perluasan Komoditas Hortikultura
Komitmen tersebut juga ditekankan kepada 1.000 PAC HKTI Kabupaten Malang yang dilantik. HKTI Kabupaten Malang turut menginisiasi program penanaman benih durian unggul, di mana setiap PAC direncanakan memperoleh bibit sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah.
“Kami akan bina ranting HKTI agar bekerja sama dengan warga yang memiliki lahan untuk ditanami durian,” lanjutnya.
Selain durian, pengembangan juga diarahkan pada komoditas hortikultura lain seperti alpukat, kelengkeng, dan salak. Komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Pemkot Batu Buka Kolaborasi Lintas Sektor Guna Majukan Sektor Pertanian
Makhrus menambahkan, langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Malang, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Harapannya tidak hanya di Kabupaten Malang. Kita bertekad bisa memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Timur, bahkan hingga luar Jawa,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi yang hadir dalam pelantikan tersebut mengingatkan pengurus HKTI Kabupaten Malang bahwa tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga pupuk dan komoditas, keterbatasan regenerasi petani muda, hingga tekanan global terhadap ketahanan pangan.
Baca juga: Rekomendasi Bebek Bumbu Hitam di Malang, Enak dan Gurih Wajib Dicoba Pecinta Kuliner!
“Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui berbagai kebijakan dan program. Namun, semua ini menuntut kerja kolaboratif,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























