MALANG, Tugumalang.id – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusif di Indonesia, Penawar Special Learning Centre (PSLC) terus mengambil peran sebagai pelopor layanan terapi dan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebagai pusat pembelajaran dan terapi bagi anak dengan sindrom autisme, PSLC kini telah hadir di berbagai wilayah. Salah satunya adalah PSLC Cabang Pasuruan yang berlokasi di Jalan Calanthea, Jagil, Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Meski tergolong baru dengan masa operasional sekitar dua bulan, kehadiran PSLC Cabang Pasuruan langsung mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Layanan terapi yang komprehensif dengan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak menjadi daya tarik utama bagi para orang tua.
Baca juga: PSLC Ungkap Pentingnya Dukungan CSR untuk Memperluas Akses Terapi Autisme
Saat Tim Tugu Media berkunjung ke PSLC Cabang Pasuruan, para terapis terlihat memberikan program Daily Living, sebuah pendekatan terapi yang dirancang untuk melatih kemandirian anak berkebutuhan khusus melalui aktivitas sederhana yang dikemas secara menyenangkan.
Daily Living, Fondasi Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus

Kepala PSLCNet Cabang Pasuruan, Titin Wahyuningsih, S.Ag, M.Si menjelaskan bahwa kehadiran PSLC Cabang Pasuruan bertujuan membantu orang tua dalam menemukan solusi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak dengan tantangan autisme seperti kesulitan interaksi sosial, komunikasi, hingga rutinitas harian.
Program Daily Living dirancang secara khusus untuk melatih kemandirian anak berkebutuhan khusus. Program ini menjawab kebutuhan orang tua agar anak mampu menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ketergantungan penuh, sekaligus menjadi bekal menghadapi kehidupan sosial di lingkungan nyata.
“Kegiatan Daily Living ini untuk melatih anak-anak merawat diri sendiri. Kita ajari mereka bagaimana memakai pakaian, baik kaos maupun baju berkancing, kemudian mandi, hingga BAB. Harapannya anak-anak ini bisa mandiri,” tutur Titin, Minggu (21/12/2025).
Lebih lanjut, Titin menegaskan bahwa target utama dari program Daily Living bukan sekadar pemberian terapi, melainkan mendorong perkembangan nyata anak dalam aktivitas dasar sehari-hari.
“Target utama kemandirian ini agar anak-anak nantinya bisa meringankan orang tua. Mereka mampu mengurus diri sendiri, dan perkembangan lain akan mengikuti, baik motorik halus, motorik kasar, maupun sensori,” jelasnya.
Terapi Fleksibel dengan Asesmen Berkelanjutan

Titin menambahkan, metode terapi yang diterapkan di PSLC Cabang Pasuruan mengacu pada arahan PSLC Malaysia. Namun dalam implementasinya, terapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak serta kondisi orang tua.
Pelaksanaan terapi dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu, menyesuaikan kebutuhan anak. Selama proses terapi, terapis menyusun tema yang berbeda-beda berdasarkan progres tumbuh kembang anak yang dipantau melalui laporan harian.
Dalam setiap tahapan terapi, peran orang tua juga dilibatkan secara aktif agar hasil terapi dapat optimal dan berkelanjutan.
“Setiap hari kami memberikan PR berupa kegiatan di rumah yang harus didampingi orang tua. Selain itu, ada evaluasi mingguan dengan pihak PSLC terkait kemajuan dan kendala anak, serta asesmen tiga bulan sekali,” ungkap Titin.
Hasil asesmen tersebut nantinya dapat menjadi dokumen pendukung ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dokumen ini membantu pihak sekolah memahami kondisi serta kebutuhan anak secara lebih menyeluruh.
“Hasil asesmen bisa digunakan untuk masuk SD. Dengan begitu, guru di sekolah berikutnya sudah mengetahui kondisi dan kebutuhan anak sehingga pembelajaran bisa lebih nyambung,” paparnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki kurikulum yang berbeda sesuai dengan perkembangannya masing-masing.
“Karena perkembangan setiap anak berbeda, maka setiap anak perlu dipahami secara individual,” imbuh Titin.
Hingga saat ini, PSLC Cabang Pasuruan telah memiliki 13 anak yang rutin mengikuti program pembelajaran dan terapi. Dukungan serta respons positif dari masyarakat sekitar pun terus mengalir, terlebih karena lokasi PSLC Cabang Pasuruan berada satu komplek dengan TK Al Ghazali Jagil, Prigen.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























