MALANG, Tugumalang.id – Menyaksikan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus, terutama yang mengalami autisme memasuki fase remaja, seringkali menjadi momen paling menegangkan bagi orang tua.
Penawar Special Learning Centre (PSLC), mengungkapkan kompleksnya tantangan orang tua ketika anak memasuki masa transisi dari anak-anak menuju remaja.
Sebab anak tidak hanya menghadapi perubahan fisik dan hormonal, tapi juga ledakan emosi, keinginan mandiri, serta tekanan sosial yang semakin intens.
Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan terapi perilaku, konseling orang tua, dan program keterampilan hidup, PSLC membantu anak autisme dan anak berkebutuhan khusus lain seperti ADHD atau gangguan spektrum lainnya, agar transisi ini berjalan lebih lancar.
Baca juga: PSLC Bongkar Masalah Minimnya Fasilitas Terapi Autisme di Desa: Solusi Ini Bisa Dilakukan!
“Masa remaja adalah periode perubahan besar bagi semua anak, tapi bagi anak berkebutuhan khusus, tantangannya berlipat ganda,” ungkap Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim, Senin (15/12/2025).
Inilah yang menjadi perhatian khusus PSLC mengenai peran orang tua ketika anak berkebutuhan khusus memasuki masa transisi ke remaja.
Mengapa Transisi ke Remaja Begitu Sulit
Alasan mengapa transisi dari anak-anak ke remaja perlu mendapat perhatian ekstra dari orang tua, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus.
Tantangannya sangat kompleks, seperti perubahan hormonal dan emosional di mana anak autisme cenderung kesulitan mengelola emosi yang meledak-ledak. Seperti marah mendadak atau kecemasan ekstrem yang dipicu hormon pubertas.
Kemudian keinginan anak untuk independen, remaja ingin bebas tapi keterbatasan sosial membuat mereka rentan terhadap bullying atau isolasi di sekolah. Selain itu keterampilan hidup sehari-hari, di mana anak mulai belajar mengelola uang saku hingga higiene pribadi, pasalnya banyak anak berkebutuhan khusus yang masih bergantung pada orang tua.
Tips Praktis untuk Orang Tua
Menghadapi permasalahan transisi anak ke masa remaja, PSLC memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua kepada putra-putri mereka:
· Rutinitas visual: gunakan jadwal gambar untuk prediksi perubahan harian, kurangi kecemasan.
· Komunikasi terbuka: ajak diskusi tentang perasaan remaja tanpa judgement.
· Kolaborasi dengan sekolah: melibatkan guru untuk program Individualized Education Program (IEP).
· Aktivitas fisik: dorong olahraga seperti renang atau futsal untuk salurkan energi.
Melalui pendekatan ini, orang tua dapat mengubah tantangan menjadi peluang pertumbuhan bagi anak.
Melihat tantangan orang tua yang tidak mudah ketika anak dengan sindrom autisme memasuki masa remaja. PSLC menghadirkan PSLCNet yang jaringannya tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.
Melalui tim ahli yang berpengalaman dan fasilitas modern, PSLC membantu meyakinkan orang tua bahwa masih transisi remaja tidak menakutkan dan mereka siap mendampingi keluarga.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























