Tugumalang.id – Rusia memberi pesan tegas dengan mendesak berbagai pihak yang terkait dengan kesepakatan gencatan senjata di Gaza, untuk mematuhi perjanjian tersebut.
Pesan itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia pada Kamis (23/10/2025).
“Kami mendesak semua pihak untuk memenuhi perjanjian ini secara ketat,” ujar Nebenzia ketika menghadiri konferensi pers di Dewan Keamanan PBB yang dilansir dari laman Antara, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Kolonel Subhan Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan ke Gaza
Pihaknya menegaskan bahwa bagaimanapun permusuhan tidak dapat dilanjutkan dalam kondisi apapun.
Seperti diketahui pada 13 Oktober 2025 lalu beberapa pemimpin dunia menandatangani deklarasi gencatan senjata di Gaza. Sejak konflik meletus pada 2023 lalu, Israel terus melakukan agresi militer ke wilayah Gaza, Palestina.
Beberapa pemimpin dunia yang hadir dalam deklarasi gencatan senjata tersebut, antara lain Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Presiden Mesir, Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, serta Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan! 552 Truk Bantuan Masuk Gaza Usai Gencatan Senjata Hamas – Israel
Hasil dari deklarasi gencatan senjata tersebut, Hamas membebaskan 20 sandera warga negara Israel yang masih hidup dan telah ditahan sejak konflik di Jalur Gaza meletus, tepatnya pada 7 Oktober 2023.
Imbal baliknya, pihak Israel membebaskan 1.718 tahanan asal Gaza dan 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman penjara jangka panjang.
Selain itu, Hamas juga tengah mengembalikan jenazah para sandera yang meninggal selama ini penahanan ke Israel. Pada perjanjian tersebut juga diketahui bahwa pihak Hamas wajib mengembalikan seluruh 28 jenazah yang tersisa.
Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengingatkan Israel untuk tidak mencaplok wilayah Tepi Barat Palestina. Apabila hal tersebut dilanggar, Trump menegaskan bahwa Israel akan kehilangan seluruh dukungan Amerika Serikat.
Ia memastikan pencaplokan itu tidak akan terjadi karena sudah berjanji kepada negara-negara Arab dan Amerika Serikat telah memperoleh dukungan besar dari mereka.
“Israel akan kehilangan seluruh dukungannya dari Amerika Serikat jika itu terjadi (pencaplokan tepi barat),” ucap Trump.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























