MALANG, Tugumalang.id – Rencana pembangunan jalur alternatif di Jalan Candi Panggung, Kota Malang, menuai penolakan dari warga Perumahan Griya Shanta. Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang resmi melayangkan surat peringatan pertama (SP1) kepada pihak RW perumahan setempat.
Pembangunan jalan tembus tersebut direncanakan melintasi kawasan Perumahan Griya Shanta, tepatnya di antara Jalan Simpang Candi Panggung. Proyek ini merupakan upaya Pemerintah Kota Malang untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Namun, rencana itu mendapat penolakan keras dari warga. Sejumlah spanduk berisi protes terbentang di depan perumahan dan di tembok pembatas yang menjadi lokasi rencana pembangunan jalur alternatif tersebut.
Baca juga: Warga Mojolangu Desak Pembangunan Jalan Tembus Candi Panggung–Suhat Segera Direalisasikan
Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan bahwa penerbitan SP1 bernomor 100.3.9/0355/35.73.404/PPUD-LWK/2025 merupakan langkah persuasif dari pemerintah untuk menindaklanjuti penolakan warga.
“Penerbitan surat peringatan tersebut merupakan tindakan persuasif dari Satpol PP,” ujar Heru Mulyono, belum lama ini.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) di perumahan tersebut sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Malang. Dengan demikian, pengelolaan fasilitas umum (fasum) termasuk akses jalan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Melalui surat peringatan tersebut, Satpol PP berharap tembok pembatas perumahan dapat dibongkar secara sukarela, sehingga pembangunan jalan alternatif pengurai kemacetan bisa segera terealisasi tanpa konflik.
Heru menegaskan, jika SP1 tidak diindahkan dalam waktu tujuh hari, pihaknya akan melanjutkan dengan SP2 hingga SP4.
“SP1 berlaku selama tujuh hari. Jika belum ada tindak lanjut, akan diteruskan dengan SP2 selama tiga hari, SP3 dua hari, dan terakhir SP4 satu hari,” jelasnya.
Pemerintah Kota Malang berharap proyek jalan tembus Candi Panggung ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kemacetan di kawasan padat lalu lintas tersebut, dengan tetap mengedepankan dialog bersama warga terdampak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























