Malang, Tugumalang.id – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan tidak ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan pasar tradisional pada tahun 2025. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk efisiensi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran menjadi alasan utama tidak adanya dana perawatan pasar di tahun mendatang.
“Masih belum ada pemeliharaan pasar, tidak ada anggaran karena masih ada efisiensi,” ujar Eko saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Baca juga: Diskopindag Kota Malang Akan Konsultasi ke BPK Soal Penganggaran APBD untuk Perbaikan Pasar Blimbing
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa pengelolaan kebersihan dan keamanan di seluruh pasar tradisional tetap berjalan menggunakan anggaran yang telah tersedia. Sementara untuk kegiatan pemeliharaan fisik seperti perbaikan talang, atap, maupun fasilitas lainnya, dilakukan secara mandiri oleh para pedagang.
“Kebersihan dan keamanan tetap ada anggaran. Tapi kalau pemeliharaan fisik seperti perbaikan talang dan sejenisnya belum, sementara dilakukan secara mandiri oleh pedagang,” tambahnya.
Rencana Pemeliharaan Pasar di Tahun 2026
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran pemeliharaan untuk tahun 2026 mendatang. Setidaknya ada 10 pasar tradisional yang diusulkan untuk mendapatkan perbaikan, dengan prioritas pada pasar yang kondisinya sudah memerlukan perhatian khusus.
“Tahun depan kami ajukan untuk sekitar sepuluh pasar. Beberapa di antaranya memang perlu perhatian karena fasilitasnya mulai menurun,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Kota Malang Dorong Digitalisasi Retribusi Pasar untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang
Pasar yang dipastikan masuk dalam daftar prioritas pemeliharaan tahun 2026 antara lain Pasar Tawangmangu, Pasar Bunulrejo, dan Pasar Embong Brantas.
“Nanti Pasar Tawangmangu akan kami utamakan, lalu Pasar Bunul dan Pasar Embong Brantas juga akan kami lakukan perbaikan atau pemeliharaan,” pungkas Eko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redakatur: jatmiko





























