Malang, Tugumalang.id – Warga RW 9 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berharap rencana pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Jalan Simpang Candi Panggung dengan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) segera direalisasikan. Pasalnya, warga mengaku sudah jenuh dengan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Candi Panggung.
Proyek jalan tembus tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan oleh pemerintah, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan karena masih terkendala penolakan dari sejumlah warga di Perumahan Griya Santa. Penolakan itu disebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan.
Jika pembangunan jalan tembus ini terealisasi, jalur tersebut diproyeksikan dapat menjadi alternatif baru untuk mengurai kemacetan di Jalan Candi Panggung yang selama ini menjadi jalur padat kendaraan menuju kawasan kampus dan pusat bisnis di Kota Malang.
Baca juga: 40 Tahun Penantian Ratusan Warga Temas Terima Sertifikat PTSL Hasil Tukar Guling Jalan Tembus
“Kalau jalan ini jadi, kendaraan tidak hanya melintas di Jalan Candi Panggung. Bisa jadi alternatif baru,” ujar Juniadi, warga RW 9 Mojolangu, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu sudah menjadi rutinitas setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi (07.00–09.00 WIB) dan sore (15.00–16.30 WIB).
“Apalagi di jam-jam sibuk, macetnya luar biasa. Harapan kami, proyek jalan tembus ini bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Selain mengurai kemacetan di Jalan Candi Panggung, jalan tembus ini juga diyakini dapat mengurangi beban lalu lintas di kawasan Simpang Lima Tunggulwulung dan Jalan Soekarno-Hatta, terutama setelah meningkatnya aktivitas masyarakat dan mahasiswa di sekitar kawasan kampus.
“Mahasiswa makin banyak, penduduk juga bertambah. Setelah Jembatan Tunggulmas selesai, kendaraan makin ramai. Akhirnya menumpuk di Simpang Lima Tunggulwulung,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, lahan yang direncanakan menjadi jalur jalan tembus sudah dibersihkan dan sebagian diuruk. Lahan sepanjang sekitar 500 meter dengan lebar jalan direncanakan mencapai 10 meter itu juga telah diberi pembatas di kedua sisi.
Namun hingga kini, pembangunan jalan tembus belum bisa dituntaskan. Dinding pembatas milik Perumahan Griya Santa masih berdiri kokoh, bahkan tampak terpasang spanduk penolakan di lokasi tersebut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























