MALANG – Ribuan orang memadati area luar Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Rabu (1/10/2025), untuk memperingati tiga tahun Tragedi Kanjuruhan. Doa bersama dipanjatkan bagi para korban tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu, yang masih meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Pantauan Tugu Malang ID menunjukkan, ribuan jemaah dari Riyadlul Jannah mulai memadati area stadion sejak pukul 18.00 WIB. Doa bersama digelar sekitar pukul 19.00 WIB, dipimpin oleh tokoh agama dan berlangsung dengan penuh khidmat.
Baca juga: Mengenang Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan: Sederet Fakta dari Insiden Kelam Sepak Bola Indonesia
Ziarah ke Gate 13 dan Monumen Tragedi Kanjuruhan
Selain doa bersama, sebagian jemaah menyempatkan diri berkunjung ke Gate 13, lokasi yang kini difungsikan sebagai museum peringatan tragedi. Di titik inilah, banyak korban meregang nyawa tiga tahun lalu. Para jemaah melakukan ziarah dan memanjatkan doa khusus di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya juga menggelar aksi peringatan di Monumen Tragedi Kanjuruhan. Dengan berpakaian serba hitam, mereka menyalakan lilin, membacakan doa, serta menyuarakan orasi mengenang para korban.
Baca juga: Peringatan Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Arema FC Gelar Tahlil dan Yasinan
Harapan Keluarga Korban
Keluarga korban turut hadir dan berkumpul di sekitar Gate 13. Mereka menjadi bagian dari panitia penyelenggara peringatan ini. Salah satunya, Devi Athok, yang kehilangan keluarga dalam tragedi tersebut, menyampaikan harapan besar agar kasus ini bisa dituntaskan secara adil.
“Harapannya, di peringatan tiga tahun ini pemerintah bisa membantu menuntaskan kasus Tragedi Kanjuruhan. Kami juga berharap reformasi kepolisian yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto dapat membuka jalan menuju keadilan,” ujarnya.
Doa dan Renungan Hingga Malam
Hingga pukul 22.00 WIB, doa bersama masih berlangsung di area stadion. Sementara itu, mahasiswa dari BEM Malang Raya tetap berkumpul di sekitar Gate 13, menyalakan lilin, dan mendoakan para korban. Suasana haru, doa, serta renungan mewarnai peringatan tiga tahun tragedi yang hingga kini masih menyisakan luka dan perjuangan untuk menuntut keadilan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























