Tugumalang.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud masih belum berjalan optimal di Kota Malang. Kini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang juga masih menanti regulasi petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG selain menyasar pelajar juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud.
Baca Juga: Warga Tolak Dapur MBG di Dekat Sumber Air Gemulo, Pemkot Batu Cari Opsi Baru
“Jadi harapannya Pak Presiden, 10 persen MBG itu untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ucapnya, Selasa (12/8/2025).
Ia mengakui bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri di Kota Malang sebagai dapur MBG belum seluruhnya menyalurkan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud di Kota Malang.
Menurutnya, program MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud belum terlaksana optimal di Kota Malang lantaran masih belum ada regulasi atau Juknis dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah.
“Memang di Kota Malang belum semua SPPG menerapkan itu. Kami masih menanti juknis pemerintah pusat,” jelasnya.
Baca Juga: Menteri Koperasi Budi Arie Tinjau Uji Coba Distribusi Susu untuk MBG di MTs An Nur Bululawang
Sejauh ini, Donny menyampaikan bahwa MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud di Kota Malang baru terlaksana di 1 lokasi.
“Di Kota Malang baru MBG di Bareng yang menerapkan itu. Jadi mereka kapasitasnya 3 ribu, yang 300 untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ungkapnya.
Sementara itu, ia mencatat bahwa Kota Malang terdapat sekitar 2 ribu Keluarga Resiko Stunting (KRS).
Di sisi lain, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji seusai mengisi acara Dialog bersama Penyuluh Keluarga Berencana dan Kader Banggakencana di Mini Block Office Balai Kota Kota Malang pada Selasa (12/8/2025) menyampaikan bahwa sasaran MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud di Indonesia mencapai sekitar 8,6 juta jiwa.
“Kalau sasaran secara nasional hampir 8,6 juta ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Sekarang udah 200 ribu lebih lah yang udah mendapatkan manfaat itu,” urainya.
Ia juga mengatakan bahwa memang masih terdapat sekitar 49 persen SPPG yang sudah mulai menerapkan penyaluran MBG khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita non paud. Sisanya masih uji coba.
“SPPG masih sekitar 49 persen yang melaksanakan, lainnya masih uji coba,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























