Ketika bendera One Piece viral di dunia nyata dan media sosial, seolah alam bawah sadar publik sedang ditarik kembali ke lorong masa lalu.
Bendera itu bukan sekadar kain dengan gambar tengkorak. Ia adalah simbol yang telah menemani generasi Indonesia sejak kecil—sejak 1997, tahun di mana serial One Piece pertama kali dirilis. Sejak saat itu, Luffy dan kawan-kawan telah menjadi bagian dari imajinasi kolektif, membentuk nilai dan harapan banyak orang.
Menariknya, hingga hari ini, kisah One Piece belum berakhir. Seperti halnya kisah rakyat Indonesia: terus berjalan, terus berproses, dan selalu berharap akan hidup yang lebih baik.
Baca juga: Bendera One Piece Disandingkan dengan Merah Putih, Bakesbangpol Malang Angkat Bicara
Namun, hingga usia Indonesia yang ke-80 tahun, banyak dari harapan itu belum sepenuhnya terwujud. Meski begitu, semangat untuk terus melangkah harus tetap dikibarkan—seperti semangat Monkey D. Luffy dalam mencari “harta karun”: penuh dedikasi, kerja keras, strategi, namun tak pernah melupakan nilai-nilai luhur seperti persahabatan, keberanian, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Bendera dalam fenomena ini dikenal sebagai Jolly Roger, simbol tengkorak dan tulang bersilang khas bajak laut dalam dunia One Piece. Dalam sejarah dunia, simbol ini sering diasosiasikan dengan bahaya. Namun dalam konteks One Piece, bendera itu adalah simbol kebebasan, solidaritas, dan identitas para pencari keadilan.
Baca juga: Film One Piece Red Akan Tayang di Bioskop Indonesia
Di Indonesia, pengibaran bendera One Piece oleh sebagian masyarakat bisa dimaknai sebagai ekspresi kekecewaan, kritik, atau mungkin harapan yang belum terpenuhi. Simbol topi jerami pada tengkorak di bendera itu menjadi penanda kuat: bahwa di balik perlawanan, ada jiwa-jiwa yang mendambakan kebaikan dan perubahan.
Semoga, di momen kemerdekaan ini, bendera One Piece bukan sekadar simbol fandom—melainkan menjadi pengingat, bahwa semangat perubahan dan harapan akan Indonesia yang lebih baik harus terus hidup. Seperti Luffy, kita tak boleh berhenti berlayar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Irham Thariq (CEO Tugu Media Group)
redaktur: jatmiko
























