Kota Batu, Tugumalang.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, suasana khas Agustusan mulai terasa di berbagai penjuru Kota Batu. Sejumlah pedagang bendera musiman tampak menghiasi berbagai ruas jalan dengan aneka pernak-pernik merah putih sejak akhir Juli 2025.
Pantauan langsung pada Senin (28/7/2025) menunjukkan sejumlah titik strategis telah dipadati lapak-lapak pedagang musiman. Lokasi yang ramai antara lain Jalan Ir. Soekarno, Jalan Diponegoro, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Bromo-Semeru, Jalan Hasanuddin Pesanggrahan, dan kawasan Pendem.
Baca juga: Jelang Hari Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Terancam Rugi
Menariknya, sebagian besar pedagang ini ternyata berasal dari luar daerah, khususnya dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah satu pedagang, Topan, mengungkapkan bahwa sekitar 20 pedagang bendera dari Garut berjualan di Kota Batu tahun ini.
“Kami semua berasal dari satu kecamatan di Garut. Rata-rata memang hanya berjualan musiman saat Agustusan,” ujar Topan.
Topan menambahkan, pada tahun 2022 jumlah pedagang dari Garut yang datang ke Kota Batu hanya sekitar 15 orang. Namun tiap tahun terus bertambah, hingga mencapai 20 pedagang di tahun ini. Itu pun belum termasuk para pedagang dari daerah lain.
“Di sepanjang Jalan Hasanuddin hingga pertigaan TMP saja ada enam lapak. Belum termasuk yang di jalan lainnya,” imbuhnya.
Pedagang bendera musiman ini memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan sebagai ladang penghasilan tambahan. Meskipun enggan menyebutkan nilai omzet, Topan mengaku bisa menjual hingga 25 kodi bendera dalam satu musim Agustus. Bahkan, ada pedagang lain yang mampu menjual hingga 50 kodi.
Tahun lalu, dia mencatat rata-rata mampu menghabiskan antara 60 hingga 70 lembar bendera per hari. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung ukuran dan jenis.
“Harga bendera mulai dari Rp10 ribu hingga Rp60 ribu per lembar. Sedangkan umbul-umbul saya jual antara Rp25 ribu sampai Rp70 ribu,” jelasnya.
Baca juga: Mengungkap Misteri Makam Tanpa Nama di Tepi Jalur Maut Klemuk Kota Batu
Ia menambahkan jika untuk saat ini pembelinya masih sepi. Biasanya baru ramai seminggu sebelum 17 Agustus. Pembelian biasanya banyak datang dari instansi yang banyak membutuhkan bendera maupun umbul-umbul.
”Tapi sejauh ini di saya kebanyakan perorangan yang beli, belum ada sampai instansi sekolah atau orang pemerintah yang beli,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
Deskripsi
























