Rabu, Juli 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Inilah Tradisi Ngudek Jenang Tolak Bala di Kota Batu

Simbol Guyub Rukun di Desa Tulungrejo

Redaksi by Redaksi
Agustus 11, 2021 4:56 pm
in Asli Malang
Tradisi mengaduk jenang sesama warga juga untuk memohon yang Maha Kuasa tolak bala

Warga Desa Tulungrejo mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Tradisi ‘ngudek jenang’ atau mengaduk bubur jenang kembali dilakukan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (11/8/2021). Tradisi ini dilakukan dalam rangka selamatan desa dan juga memohon keselamatan kepada Sang Pencipta agar terhindar dari penyakit.

Selain itu, tradisi ngudek jenang ini juga sudah dilakukan tiap tahunnya. Baik di acara pernikahan maupun hari raya. Tampak mereka berkumpul dan bersama-sama mengaduk adonan jenang di wajan besar.

READ ALSO

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Total ada 5 wajan besar berukuran sekira 1,3 meter yang ditempatka di 2 titik di Kantor Desa dan Wisata Kebon Desa. Mereka membuat 100 kilogram adonan jenang. Saking banyaknya, adonan ini harus terus diaduk. Sebab itu, pengaduk adonan ini harus dilakukan bergantian.

Warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). Foto/Azmy

Menurut Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, ini adalah bentuk warga desa nguri-uri budaya. Selain keselamatan, juga untuk menjaga kerukunan warga desa. ”Dan yang paling penting itu sekarang sebagai rasa syukur kepada Pencipta dan memohon selamat agar dijauhkan dari penyakit,” terannya pada awak media.

Dijelaskan Suliono, dari tradisi ngudek jenang ini punya filosofi kerukunan. Dimana seberat-beratnya adukan jenang, pasti akan menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama.

“Ada filosofi dari ngudek jenang ini. Yakni seberat-berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita secara bersama. Dari situlah terciptanya guyub dan rukun,” tambahnya.

Adonan ini dibuat dari campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa hingga jahe. Adonan ini ditempatkan di atas kompor atau pawon yang terbuat dari tanah liat.

“Nanti kalau jenang sudah matang, nanti dibungkus menggunakan daun pisang dan lalu akan dibagikan kepada semua warga untuk disantap bersama,” pungkas dia.
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Sujatmiko

Tags: Bumiajidaun pisangkota batuNgudek JenangTolak BalaTradisi

Related Posts

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Selasa, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Next Post
PPKM - Jadi Sorotan saat PPKM, Satpol PP Kota Malang Angkat Bicara

Jadi Sorotan saat PPKM, Satpol PP Kota Malang Angkat Bicara

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.