Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Inilah Tradisi Ngudek Jenang Tolak Bala di Kota Batu

Simbol Guyub Rukun di Desa Tulungrejo

Redaksi by Redaksi
Agustus 11, 2021 4:56 pm
in Asli Malang
Tradisi mengaduk jenang sesama warga juga untuk memohon yang Maha Kuasa tolak bala

Warga Desa Tulungrejo mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Tradisi ‘ngudek jenang’ atau mengaduk bubur jenang kembali dilakukan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (11/8/2021). Tradisi ini dilakukan dalam rangka selamatan desa dan juga memohon keselamatan kepada Sang Pencipta agar terhindar dari penyakit.

Selain itu, tradisi ngudek jenang ini juga sudah dilakukan tiap tahunnya. Baik di acara pernikahan maupun hari raya. Tampak mereka berkumpul dan bersama-sama mengaduk adonan jenang di wajan besar.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Total ada 5 wajan besar berukuran sekira 1,3 meter yang ditempatka di 2 titik di Kantor Desa dan Wisata Kebon Desa. Mereka membuat 100 kilogram adonan jenang. Saking banyaknya, adonan ini harus terus diaduk. Sebab itu, pengaduk adonan ini harus dilakukan bergantian.

Warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengaduk adonan jenang bersama untuk memohon keselamatan terhindar dari penyakit, Rabu (11/8/2021). Foto/Azmy

Menurut Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, ini adalah bentuk warga desa nguri-uri budaya. Selain keselamatan, juga untuk menjaga kerukunan warga desa. ”Dan yang paling penting itu sekarang sebagai rasa syukur kepada Pencipta dan memohon selamat agar dijauhkan dari penyakit,” terannya pada awak media.

Dijelaskan Suliono, dari tradisi ngudek jenang ini punya filosofi kerukunan. Dimana seberat-beratnya adukan jenang, pasti akan menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama.

“Ada filosofi dari ngudek jenang ini. Yakni seberat-berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita secara bersama. Dari situlah terciptanya guyub dan rukun,” tambahnya.

Adonan ini dibuat dari campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa hingga jahe. Adonan ini ditempatkan di atas kompor atau pawon yang terbuat dari tanah liat.

“Nanti kalau jenang sudah matang, nanti dibungkus menggunakan daun pisang dan lalu akan dibagikan kepada semua warga untuk disantap bersama,” pungkas dia.
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Sujatmiko

Tags: Bumiajidaun pisangkota batuNgudek JenangTolak BalaTradisi

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
PPKM - Jadi Sorotan saat PPKM, Satpol PP Kota Malang Angkat Bicara

Jadi Sorotan saat PPKM, Satpol PP Kota Malang Angkat Bicara

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.