Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

10 Cara Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikologi, Lengkap dengan Pandangan Para Ahli

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2025 6:01 am
in Tugu Sehat
Kesehatan mental

Ilustrasi.foto:freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Menurut pandangan para tokoh psikologi dunia, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memastikan keseimbangan emosional dan pikiran tetap terjaga. Berikut ini 10 cara menjaga kesehatan mental yang telah dirangkum dari berbagai teori psikologi:

1. Menerima dan Memahami Emosi

Menurut Carl Rogers, bapak psikologi humanistik, menerima emosi secara jujur adalah langkah awal menuju pertumbuhan psikologis. Dalam Person-Centred Therapy: The Focusing-Oriented Approach (2017), Campbell Purton menulis bahwa memahami emosi membuat seseorang mampu merespons situasi dengan lebih sehat, bukan sekadar menekan atau mengabaikannya.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

2. Tidur yang Cukup dan Teratur

Tidur cukup
ilustrasi:foto/freepik

Hans Selye, pencetus teori stres, menjelaskan pentingnya fase pemulihan tubuh setelah tekanan. Dalam Stress, Shock, and Adaptation in the Twentieth Century (2014), disebutkan bahwa tidur cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan kestabilan mental.

Baca juga: Cek Kesehatan Mental Gratis, Begini Caranya!

3. Rutin Berolahraga

William James, tokoh psikologi fisiologis, menekankan hubungan erat antara kondisi fisik dan emosi. Mengutip Evolutionary Psychology: An Introduction (2004), olahraga memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati, mengurangi ketegangan, serta memberikan rasa kontrol atas diri.

4. Mengelola Pikiran Negatif

Aaron Temkin Beck, bapak terapi kognitif, dalam Beck’s Cognitive Therapy (2021), menjelaskan bahwa pola pikir keliru menjadi pemicu utama gangguan emosional. Dengan mengenali dan mengubah pikiran negatif otomatis, rasa cemas maupun depresi bisa dikurangi.

5. Membangun Rutinitas Sehat

Menurut B.F. Skinner, tokoh behaviorisme, perilaku sehat terbentuk lewat penguatan kebiasaan positif. Dalam Handbook of Psychology: Personality and Social Psychology (2003), dijelaskan bahwa rutinitas harian yang terstruktur membantu individu merasa lebih aman, mengurangi kecemasan, dan menciptakan stabilitas psikologis.

6. Menjalin Hubungan Sosial yang Positif

Erik Erikson melalui teori perkembangan psikososialnya menegaskan pentingnya membangun hubungan intim yang sehat di masa dewasa. Seperti ditulis dalam Para Psikolog Terkemuka Dunia oleh Ladidlaus Naisaban, dukungan sosial mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menjadi perlindungan emosional saat menghadapi tantangan.

Baca juga: Waktunya Digital Detox! Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media

7. Membatasi Paparan Media Sosial

Batasi Media sosial
Ilustrasi: foto/freepik

Albert Bandura, pencetus teori belajar sosial, dalam The Psychology of Personality (2009) menyebut bahwa manusia cenderung meniru apa yang mereka amati. Media sosial kerap memicu perbandingan sosial negatif. Dengan membatasi penggunaannya, risiko munculnya rasa rendah diri atau cemas bisa ditekan.

8. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Abraham Maslow melalui teori aktualisasi diri menjelaskan pentingnya waktu untuk refleksi diri. Dalam jurnal Aktualisasi-Diri (2015) oleh Mohamat Hadori, disebutkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri membantu individu mencapai potensi tertinggi setelah kebutuhan dasar terpenuhi.

9. Menemukan Makna Hidup

Viktor Frankl, penggagas logoterapi, dalam Viktor Frankl: A Life Worth Living (2006), menyatakan bahwa kehilangan makna hidup menjadi sumber penderitaan psikologis. Dengan menemukan tujuan hidup, seseorang bisa bertahan menghadapi tantangan serta memaknai hidup lebih utuh.

10. Berani Mencari Bantuan Profesional

Sigmund Freud, pelopor psikoanalisis, dalam Psikologi Freud (2019) oleh Calvin Springer Hall, menekankan bahwa mengungkap konflik batin kepada terapis adalah awal pemulihan. Mencari bantuan profesional bukanlah kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk merawat diri secara mental.

Kesimpulan:

Kesehatan mental adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan perhatian serius. Dengan menerapkan 10 cara di atas menurut perspektif psikologi, Anda bisa menjaga keseimbangan hidup, meningkatkan kualitas hubungan sosial, serta mencapai kebahagiaan yang lebih stabil.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maysa Ayu Raddina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: cara mengatasi strescara menjaga Kesehatan mentalkesehatan mental menurut para ahlikesehatan mental menurut psikologimenjaga keseimbangan emosimental health awarenesspandangan psikolog terkenalpentingnya kesehatan mentalpsikologi kesehatanteori psikologi kesehatan mentaltips kesehatan mental

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Paralayang Kota Batu

Target 10 Besar Tercapai, Tapi Paralayang Kota Batu Nihil Emas di Porprov Jatim 2025

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.