Oleh: Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H*
Tugumalang.id – Tahun Baru Hijriah 1447 H menjadi momentum penting bagi setiap muslim untuk merefleksikan perjalanan hidup sekaligus meneguhkan niat memperbaiki diri.
Setiap pergantian tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan undangan untuk melakukan evaluasi diri, memperbarui niat, dan menetapkan pencapaian-pencapaian baru yang lebih bermanfaat.
Perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi teladan abadi yang sarat makna dan inspirasi.
Hijrah Nabi bukan hanya tentang perpindahan fisik dari satu kota ke kota lain, melainkan transformasi besar dalam kehidupan umat Islam.
Baca Juga: Bupati Malang Ajak Masyarakat Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram dengan Menebar Kebaikan
Hijrah adalah simbol perubahan, keberanian, dan tekad untuk meninggalkan segala bentuk keburukan menuju kebaikan yang lebih besar.
Nabi dengan para sahabat rela meninggalkan harta, keluarga, bahkan kampung halaman demi mempertahankan iman dan membangun masyarakat yang lebih adil, damai, dan bermartabat.
Peristiwa ini, harus menjadi pelecut untuk kita belajar bahwa perubahan sejati membutuhkan niat yang kuat, keberanian menghadapi tantangan, dan kesediaan untuk mengorbankan kenyamanan demi tujuan yang lebih mulia.
Akhrijna minal dhulumati ilannur keluar dari kegelapan, keburukan, kemalasan, penyesalan, khawatir, tidak produktif, kebiasaan buruk menuju kepada jalan terang, yang baik penuh dengan optimisme dan semangat, keyakinan berinovasi dan melakukan semua aktivitas produktif yang menumbuhkan karakter baik.
Baca Juga: Tahun Baru Islam, Smarihasta Gelar Khotmil Qur’an dan Tausiyah
Meneguhkan niat memperbaiki diri dengan niat yang tulus dan kuat menjadi fondasi utama dalam setiap langkah perubahan hanya demi mengharap ridha Allah SWT, kita pun perlu menata niat agar setiap usaha perbaikan diri bernilai ibadah.
Perbaikan diri bisa dimulai dari hal-hal sederhana: memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, memperluas wawasan, hingga memperbaiki hubungan dengan sesama.
Niat yang kuat akan menjadi energi pendorong agar kita konsisten dalam menjalani proses perubahan, meski tantangan menghadang.
Maka, di tahun baru ini, mari kita tetapkan pencapaian-pencapaian baru yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Perjalanan hijrah Nabi penuh tantangan dan rintangan, namun beliau dan para sahabat menghadapinya dengan optimisme, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.
Demikian pula dalam upaya memperbaiki diri dan mencapai target baru, kita akan menghadapi berbagai hambatan. Namun, dengan semangat menuju jalan kebaikan, kita diajak untuk tidak mudah menyerah dan selalu percaya bahwa setiap usaha kebaikan akan mendapat pertolongan dari Allah SWT.
Ini momentum untuk menata hati, memperkuat niat, dan menetapkan pencapaian-pencapaian baru yang lebih bermanfaat.
Belajar dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, kita diajak untuk berani berubah, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih besar bagi lingkungan sekitar.
Semoga semangat hijrah senantiasa menyertai langkah kita menuju kehidupan yang lebih baik, penuh berkah, dan bermakna.
Selamat Tahun Baru Hijriah 1447 H, semoga Allah SWT memudahkan setiap niat dan usaha kita dalam meraih kebaikan berbekal keyakinan Allohu gholibun kulu amrin dengan kehendak dan pertolongan-Nya semua akan terwujud.
*Penulis adalah dosen FH Unisma Juga Koordinator Bidang Politik & Pemerintahan PW Ansor Jatim
Editor: Herlianto. A
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
























