Minggu, September 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Konklaf: Proses Pemilihan Paus Baru Pasca Wafatnya Paus Fransiskus

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2025 9:13 am
in News
Pemilihan Paus baru melalui Konklaf

Pemilihan Paus baru yang sangat tertutup melalui konklaf di Kapel Sistina (Foto:Instagram/@vaticannews)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id-Wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 menandai berakhirnya satu era dan membuka babak baru dalam sejarah Gereja Katolik. Kekosongan tahta suci Vatikan secara otomatis memicu dimulainya konklaf, sebuah tradisi kuno Gereja Katolik yang sarat akan simbolisme, kerahasiaan, dan spiritualitas. Melalui proses inilah, umat Katolik di seluruh dunia menantikan siapa yang akan menjadi Paus baru mereka.

Apa Itu Konklaf?

Secara etimologis, kata konklaf berasal dari bahasa Latin cum clave, yang berarti “dengan kunci”. Ini merujuk pada praktik mengunci para kardinal dalam suatu ruangan khusus—yakni Kapel Sistina—hingga mereka berhasil memilih Paus baru. Konklaf telah digunakan selama lebih dari delapan abad sebagai prosedur resmi dalam pemilihan Paus Gereja Katolik Roma.

READ ALSO

Penelitian UB: Pembatasan Nikotin-Tar dan Varian Rasa Tak Turunkan Konsumsi Rokok

Damkar Kota Malang Terima Laporan Unik, Jemuran Terbang hingga Kitchen Set Miring

Menurut John L. Allen Jr. dalam bukunya Conclave: The Politics, Personalities, and Process of the Next Papal Election, konklaf tidak hanya sekadar pemilihan, melainkan juga sebuah momen sakral yang memadukan unsur politik, doa, dan tradisi mendalam.

Baca juga: Mengungkap Intrik Pemilihan Paus: 3 Film Seru yang Wajib Ditonton

Siapa yang Berhak dalam Pemilihan Paus Baru?

Proses konklaf dimulai sekitar 15–20 hari setelah tahta suci Vatikan dinyatakan kosong—baik karena Paus wafat atau mengundurkan diri. Peserta konklaf adalah para kardinal Gereja Katolik dari seluruh dunia yang berusia di bawah 80 tahun. Kardinal merupakan pejabat tinggi Gereja yang ditunjuk langsung oleh Paus, dan mereka berperan besar dalam urusan internal gereja serta pemilihan Paus baru.

Bagaimana Proses Konklaf Berlangsung?

Seluruh kardinal yang memenuhi syarat dikumpulkan di Kapel Sistina, tempat yang sangat dijaga kerahasiaannya. Mereka dilarang berkomunikasi dengan dunia luar hingga proses selesai. Setiap hari, dilakukan pemungutan suara secara tertutup. Seorang kandidat harus mendapatkan dukungan minimal dua pertiga dari jumlah kardinal yang hadir untuk bisa terpilih sebagai Paus.

Jika seorang kandidat berhasil memperoleh suara yang cukup, ia akan ditanya mengenai kesediaannya menerima jabatan tersebut. Bila ia menyatakan bersedia, maka ia secara resmi menjadi Paus baru. Namun jika tidak, proses pemungutan suara akan dilanjutkan hingga ada kandidat yang memenuhi syarat dan menerima posisi tersebut.

Baca juga: Permainan Angklung dan Lagu ARBAB Sambut Paus Fransiskus di Gereja Katedral

Asap Putih: Simbol Terpilihnya Paus Baru

Momen yang paling dinanti oleh umat Katolik adalah saat cerobong asap Kapel Sistina mengeluarkan asap putih, tanda bahwa Paus baru telah terpilih. Sebaliknya, asap hitam berarti belum ada hasil dan proses konklaf masih berlanjut. Ribuan warga biasanya berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menyaksikan momen bersejarah ini.

Sesaat setelah pemilihan selesai, Paus yang baru akan tampil di balkon Basilika Santo Petrus dan menyapa dunia dalam pidato pertamanya, menandai berakhirnya kekosongan kepemimpinan di Vatikan.

Konklaf: Perpaduan Iman, Tradisi, dan Harapan

Lebih dari sekadar proses pemilihan, konklaf mencerminkan kedalaman spiritualitas dan tata kelola Gereja Katolik. Dari ruang tertutup di Kapel Sistina hingga kepulan asap putih yang menyentuh hati jutaan orang, setiap tahapan dalam konklaf memiliki makna yang dalam.

Melalui pemahaman tentang konklaf, kita bisa melihat bagaimana Gereja Katolik Roma menjaga kontinuitas kepemimpinan dan warisan spiritual yang telah terpelihara selama berabad-abad. Kini, dunia menanti, siapakah yang akan melanjutkan tongkat estafet dari Paus Fransiskus dan membawa arah baru bagi umat Katolik global?

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Gereja KatolikKardinalkonklafPauspemilihan paus

Related Posts

Penelitian UB: Pembatasan Nikotin-Tar dan Varian Rasa Tak Turunkan Konsumsi Rokok
News

Penelitian UB: Pembatasan Nikotin-Tar dan Varian Rasa Tak Turunkan Konsumsi Rokok

Sabtu, 19 Sep 2026
Damkar Kota Malang Terima Laporan Unik, Jemuran Terbang hingga Kitchen Set Miring
News

Damkar Kota Malang Terima Laporan Unik, Jemuran Terbang hingga Kitchen Set Miring

Jumat, 18 Sep 2026
14 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Malang dalam Sepekan
News

14 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Malang dalam Sepekan

Jumat, 18 Sep 2026
Logo HUT Kota Batu ke-25 Resmi Diluncurkan, Usung Spirit Kreatif Sae Menuju UCCN 2027
News

Logo HUT Kota Batu ke-25 Resmi Diluncurkan, Usung Spirit Kreatif Sae Menuju UCCN 2027

Jumat, 18 Sep 2026
Sajikan Kuliner Bintang Lima Harga Kaki Lima, Batu Street Food Festival ke-9 Resmi Dibuka
News

Sajikan Kuliner Bintang Lima Harga Kaki Lima, Batu Street Food Festival ke-9 Resmi Dibuka

Kamis, 17 Sep 2026
Kota Malang Berpeluang Dapat Anggaran Rp157 Miliar dari Bank Dunia untuk Atasi Masalah Sampah
News

Kota Malang Berpeluang Dapat Anggaran Rp157 Miliar dari Bank Dunia untuk Atasi Masalah Sampah

Kamis, 17 Sep 2026
Next Post
Bahas soal Pelemparan bus Persik Kediri

Pelemparan Bus Persik, Akmal: Ini Masalah Serius Sepak Bola Nasional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.