Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

IKA PMII Sunan Ampel Adalah Rumah Besar, Kopi Menjadi Sahabat, dan Rindu Adalah Obat

Redaksi by Redaksi
Mei 7, 2025 8:50 am
in Catatan
Suasana halal bi halal IKA PMII Sunan Ampel di Kopi Tani, Dau, Kabupaten Malang pada minggu (4/5/2025). Foto: dok panitia.

Suasana halal bi halal IKA PMII Sunan Ampel di Kopi Tani, Dau, Kabupaten Malang pada minggu (4/5/2025). Foto: dok panitia.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Amrullah Ali Moebin*

Tugumalang.id – Langit Kota Malang siang itu cerah, meski angin membawa kabut tipis dari pegunungan. Saya menggeber motor pinjaman dengan membonceng dua anak dan istri. Di tengah perjalanan kami berbincang tentang kondisi Malang. Kota ini sudah lebih padat dibanding 5 tahun yang lalu. Wajar saja, kami berdua pernah dibesarkan oleh Kota Malang.

READ ALSO

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Siang itu, kami akan datang di acara halal bihalal yang diselenggarakan IKA-PMII Sunan Ampel Malang tapi untuk yang muda-muda saja. Lokasinya di Kopi Tani, sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari UMM. Saya datang bersama istri sebab istri saya juga alumni PMII.

Orang-orang datang satu per satu dengan senyum, pelukan, dan sapaan-sapaan yang tak berubah sejak terakhir kami berdiskusi di bawah bendera biru-kuning.

Baca Juga: PMII Komisariat Sunan Ampel UIN Malang Resmi Miliki Pengurus Baru Masa Khidmad 2025-2026

Saya melihat wajah-wajah yang dulu pernah bersama mengisi malam-malam dengan diskusi, mimbar bebas, dan aksi turun ke jalan. Tapi kini, rambut mereka mulai memutih, atau justru mulai menghilang. Dan perutnya mulai membuncit. Ah, sepertinya mereka sudah benar-benar tidak lagi busung lapar.

Suasana halal bi halal IKA PMII Sunan Ampel di Kopi Tani, Dau, Kabupaten Malang pada minggu (4/5/2025). Foto: dok panitia.
Suasana halal bi halal IKA PMII Sunan Ampel di Kopi Tani, Dau, Kabupaten Malang pada minggu (4/5/2025). Foto: dok panitia.

Saya menarik napas dalam. Aroma Malang tetap sama, tapi dunia sudah berubah.

Delapan belas tahun lalu, saya adalah kader PMII. Berawal dari Rayon Chondrodimuko, Komisariat Sunan Ampel hingga Pengurus Cabang Kota Malang. Meksi di setiap jenjang kepengurusan saya hanya sebatas numpang tidur di sekretariat.

Saat itu, kami hidup dalam semangat idealisme yang membara. Bicara soal kebangsaan, keadilan sosial, dan cita-cita Islam rahmatan lil alamin, kami tak pernah kehabisan energi. Malam-malam kami dipenuhi diskusi filsafat, tafsir, kebudayaan, hingga strategi advokasi rakyat kecil.

Baca Juga: Rayakan Harlah ke-64, Ini Sejarah Berdirinya PMII Sebagai Organisasi Kemahasiswaan yang Mengusung Ahlussunnah Wal Jamaah

Saya masih ingat bagaimana kami menulis selebaran, menggambar spanduk tangan sendiri, dan memimpin longmarch di tengah kota. Meneriakkan persoalan rakyat.

Kini, di acara ini, anak-anak muda mengenakan jas almamater dengan lambang PMII di dada. Mereka tertawa, berbincang, dan mengabadikan momen dengan ponsel. Saya memperhatikan satu per satu: mereka tampak cerdas, tapi mataku mencari sesuatu yang dulu ada dalam diri kami — kegelisahan.

Seorang kader muda menghampiri saya memperkenalkan diri. Saya lupa namanya. Dia semester enam atau delapan, aktif di bidang media sosial dan konten dakwah digital. Dia bicara dengan lancar soal algoritma, narasi digital, dan bagaimana PMII harus menguasai ruang siber. Saya mengangguk-angguk, terkagum tapi sekaligus gamang.

“Mas dulu ngapain aja di PMII?” tanyanya dengan antusias.

Saya tertawa pelan. “Dulu, kami menulis opini di media cetak, dan demo kalau harga BBM naik.”

Kader PMII tertawa juga, tapi sorot matanya bingung. Mungkin itu terlalu analog untuk generasi yang hidup dalam ketukan jempol.

Di panggung, pembicara mulai berbicara tentang sejarah panjang mengapa acara ini dibuat. Hingga berencana halal bihalal akan terus dilakukan. Tapi pikiran melayang jauh. Saya bertanya dalam hati, apakah PMII masa depan masih menjadi ruang pembentukan kesadaran kritis, atau hanya menjadi tempat mencari jaringan dan jabatan?

Lalu saya tersadar: zaman memang berganti, tapi nilai dasar tetap bisa diwariskan. Refleksi kami sebagai alumni bukan untuk menghakimi, tapi menjaga api tetap menyala — dengan cara yang berbeda. Dulu kami berjuang lewat selebaran dan demonstrasi.

Kini mereka mungkin berjuang lewat podcast, thread panjang di X (dulu Twitter), dan algoritma TikTok. Esensinya sama: menyuarakan kebenaran, menyemai keadilan.

Saat adzan magrib berkumandang, kami semua berdiri. Di sela-sela doa bersama, saya berdoa lirih: semoga PMII tidak hanya besar dalam nama, tapi tetap menjadi tempat tumbuhnya akal merdeka dan hati yang peduli.

Karena perjuangan tidak pernah selesai. Ia hanya berganti wajah.

PMII, Kopi dan Rindu

Kita kata di atas selalu saja disandingkan. Ketiganya menjadi tema silaturahmi kami bersama alumni. Usai acara kami duduk melingkar membincangkan seperti apa merawat jaringan alumni. Khususnya kami yang bukan dosen di UIN Malang. Ya, kami memiliki latar belakang yang macam-macam.

Iqbal yang dulu adalah konsolidator handal sudah menjadi bos laundry di dekat bandara. Kimo yang dulu ahli strategi pemenangan kini telah menjadi direktur salah satu bank plat merah. Dan masih banyak lainnya. Mereka memang tidak merumput di kampus namun dunia mereka sudah melebar kemana mana.

Lantas kami bersepakat nafas PMII di luar kampus harus tetap dijaga. Lilin perjuangan harus tetap menyala. Dimana saja kita berkarya dan berdampak untuk siapa saja. IKA-PMII Sunan Ampel adalah rumah besar. Kopi menjadi sahabat perekat dan rindu adalah obat. (*)

*Penulis adalah Mantan Presiden BEM UIN Malang, kini dosen di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Pernah menjadi wartawan di Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: halalbihalalIKA-PMIIkota malangPMII

Related Posts

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.