Tugumalang.id – Minuman STMJ, jamu telur ayam kampung, hingga telur goreng setengah matang adalah konsumsi yang tak asing bagi banyak orang Indonesia. Rasanya enak, dipercaya menyehatkan. Tapi tahukah kamu bahwa konsumsi telur mentah sebenarnya bisa membahayakan kesehatan?
Telur yang masih mentah berpotensi mengandung bakteri berbahaya. Walaupun terlihat bersih dan menggoda, bakteri seperti Salmonella bisa menyebabkan keracunan makanan. Risiko ini sering diabaikan karena masyarakat lebih percaya mitos ketimbang fakta medis. Berikut penjelasan ilmiahnya.
Baca Juga: Ayam dan Telur Dorong Inflasi di Kota Malang, Harga Beras Turun
Kontaminasi Telur Bisa Terjadi dari Dalam
Menurut studi oleh Foley et al. (2011), Salmonella masih bisa menginfeksi telur yang belum keluar dari tubuh ayam.
Bakteri ini bisa masuk ke dalam telur melalui sistem reproduksi ayam (transmisi vertikal), atau dari lingkungan kandang yang terpapar feses ayam yang terinfeksi. Jadi, bukan cuma kulit luar telur yang perlu diwaspadai.
Penelitian lain dari Humphrey (2006) juga memperkuat opini tersebut dengan menjelaskan bahwa bakteri tersebut adalah yang paling umum ditemukan dalam telur, bisa hidup di dalam kuning dan putih telur mentah. Artinya, mencuci kulit telur saja tidak cukup untuk menghindari infeksi.
Telur Setengah Matang Masih Berisiko
Telur setengah matang, seperti kuning telur yang masih lembek pada telur goreng atau telur mentah dalam minuman STMJ, memang terlihat aman dan menggugah selera bagi sebagian orang. Namun, dari sisi keamanan pangan, hal ini tetap berisiko.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Warung Tahu Telur di Kota Malang, Enak dan Murah
Menurut standar global, telur harus mencapai suhu internal minimal 70°C selama durasi tertentu agar bakteri berbahaya dapat dimatikan. Jika kuning telur masih cair atau belum dimasak sempurna, besar kemungkinan suhu tersebut belum tercapai.
Begitu pula pada STMJ, di mana kuning telur biasanya tidak sampai matang karena susu hanya dipanaskan sebentar. Suhu yang tidak cukup tinggi dan waktu pemanasan yang singkat membuat potensi kontaminasi bakteri tetap ada.
Telur Ayam Kampung Juga Beresiko
Banyak orang percaya bahwa telur ayam kampung lebih sehat dan bebas dari penyakit. Namun menurut studi dari Antunes et al. (2016), telur dari berbagai sistem peternakan termasuk yang non-industri, tetap bisa terkontaminasi Salmonella. Bahkan, lingkungan bebas kandang bisa meningkatkan risiko paparan dari tanah atau hewan lain.
Siapa yang Harus Ekstra Hati-Hati?
Beberapa kelompok lebih rentan terhadap infeksi Salmonella, seperti: ibu hamil, bayi dan anak-anak, lansia, orang dengan sistem imun lemah.
Menurut WHO dan badan pengawas pangan seperti USDA FSIS, infeksi Salmonella bisa menyebabkan diare parah, dehidrasi, hingga komplikasi serius pada kelompok ini.
Tips Aman Konsumsi Telur
Agar tetap sehat dan terhindar dari risiko infeksi, berikut tips yang disarankan oleh WHO dan BPOM:
- Masak hingga benar benar matang
- Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang
- Mencuci segala media sebelum dan setelah memasak
- Simpan telur dalam lemari es
- Hindari telur yang retak atau kotor
Telur memang tinggi protein dan bergizi, tapi mengonsumsinya dalam kondisi mentah atau setengah matang bisa membahayakan kesehatan.
Mitos soal “telur kampung lebih aman” atau “STMJ bikin kuat” perlu diluruskan dengan fakta medis. Mengikuti panduan keamanan pangan adalah langkah sederhana yang bisa mencegah masalah besar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa / Magang
Editor: Herlianto. A
























