Malang, Tugumalang.id – Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang, menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1 miliar dari BRI Peduli. Bantuan ini merupakan tindak lanjut atas prestasi mereka menjuarai ajang Desa BRILian 2022.
CSR tersebut digunakan untuk mempercantik fasilitas desa wisata yang kini menjadi salah satu destinasi favorit di Malang. Di antaranya pembangunan tugu selamat datang di perbatasan Desa Pujon Kidul dan Desa Pujon Lor, pembuatan photobooth di area ketahanan pangan, pembangunan musala di kawasan Café Sawah, serta papan nama untuk ratusan pedagang UMKM di area wisata tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya CSR dari BRI Peduli ini,” ujar Kepala Desa Pujon Kidul, Muhammad Ismail Mahfudz Said, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Daftar 13 Desa Wisata di Malang, Pujon Kidul hingga Bon Pring
Perjalanan Menjadi Juara Desa BRILian
Desa Pujon Kidul berhasil menyisihkan 999 desa dari seluruh Indonesia untuk menjadi juara dalam program Desa BRILian 2022, sebuah program pengembangan desa berbasis komunitas dan teknologi yang digagas BRI. Proses seleksi dimulai dari tahap administratif hingga presentasi final di Jakarta.
Saat mengikuti ajang tersebut, desa ini masih dipimpin oleh Udi Hartoko, sementara Said menjabat sebagai perangkat desa. Ia mengisahkan, awalnya mereka ragu untuk bermitra dengan BRI, namun akhirnya meyakini potensi kolaborasi tersebut berkat pendekatan dari Mantri BRI, Hari Purnomo.
“Kami tidak menyangka bisa menang, tapi ternyata kemitraan ini membuahkan hasil besar,” tambah Said.
Kunci Sukses: BUMDes dan Klaster Usaha
Salah satu kekuatan utama Desa Pujon Kidul adalah keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola Café Sawah. Tempat ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga pusat aktivitas ekonomi yang memberdayakan ratusan pelaku UMKM dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Selain itu, desa ini juga menerapkan program Klasterku Hidupku, yang mengelompokkan pelaku usaha dalam berbagai klaster seperti pedagang aksesoris, petani, dan pengelola homestay. Klaster-klaster ini dinilai memperkuat struktur ekonomi desa dan menjadi poin plus dalam penilaian program Desa BRILian.
BRI Dorong Digitalisasi UMKM di Desa
Kemitraan dengan BRI juga mendorong transformasi digital di kawasan wisata Café Sawah. Salah satu bentuknya adalah penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai oleh para pedagang.
“Sekarang hampir semua pedagang di sini sudah pakai QRIS, jadi wisatawan tidak perlu repot membawa uang tunai,” ungkap Said.

Program Desa BRILian Terus Berlanjut
Mengutip situs resmi bri.co.id, Desa BRILian merupakan program inkubasi dari BRI yang bertujuan mendukung pengembangan desa melalui penguatan BUMDes, inovasi digital, dan keberlanjutan.
Baca juga: Desa Wisata Pujon Kidul, Pilihan Destinasi Favorit Keluarga di Pujon Malang
“Melalui Desa BRILian, kami ingin desa-desa di Indonesia dapat mengoptimalkan potensi lokalnya dengan dukungan ekosistem keuangan digital dari BRI,” ujar SEVP Bisnis Ultra Mikro BRI, M Candra Utama.
Hingga akhir 2024, tercatat ada 4.327 desa di Indonesia yang telah tergabung dalam program ini. Pada tahun 2025, Desa BRILian kembali dibuka untuk pendaftaran. Desa yang ingin berpartisipasi wajib memiliki BUMDes aktif, menjadi Agen BRILink, memiliki produk unggulan, serta bersedia mengikuti proses pembinaan.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BRI Unit terdekat, dan akan didampingi langsung oleh Mantri BRI.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























