Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Berjuang Itu Sebuah Pilihan

Redaksi by Redaksi
Agustus 4, 2021 3:01 pm
in Catatan, Pendidikan
Alan Nugraha, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)/tugu malang

Alan Nugraha, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Foto: Dokumen)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Alan Nugraha*

Tugumalang.id – Dari keluarga siapa kita akan lahir adalah sebuah takdir. Kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga kaya atau miskin, dari keluarga terdidik atau tidak terdidik. Semua itu telah ditentukan oleh yang kuasa. Namun demikian, mau seperti apa kita di masa depan adalah sebuah pilihan. Kita bisa memperjuangkannya dengan usaha keras dan doa yang tulus.

READ ALSO

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Pada oretan sederhana ini, izin saya berbagi cerita tentang pengalaman saya pribadi sebagai anak seorang buruh dan TKW (Tenaga Kerja Wanita), yang berjuang untuk meraih mimpi-mimpi di masa depan.

Perkenalkan nama saya Arlan Nugraha, biasa dipanggil Arlan. Anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah saya bekerja sebagai buruh dan ibu sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Malaysia. Saat ini, saya sedang kuliah di IPB (Institut Pertanian Bogor) jurusan manajemen. Tidak mudah memang berada sampai di titik ini. Ada pahit-manis yang harus dirasakan, lika-liku perjalanan yang mesti ditempuh, dan segala hal yang rumit sudah saya lewati.

Sejak di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) ibu pergi ke negeri jiran Malaysia untuk bekerja sebagai TKW, sementaa ayah bekerja sebagai buruh serabutan. Ibu memutuskan mencari penghidupan ke Malaysia karena keadaan ekonomi yang sangat mendesak saat itu. Ditambah kakak yang sedang menempuh perkuliahan di salah satu universitas swasta di Cimahi.

Berat memang harus ditinggal oleh seorang ibu untuk bekerja di tempat yang jauh, seperti kehilangan kasih saying. Namun, kondisi itu membuat saya sadar dengan perjuangan kedua orang tua, maka saya pun harus ikut berjuang. Pendidikan adalah salah satu jalan untuk ikut berjuang sebagaimana kedua orang tua.

Sejak SMP saya berusaha untuk selalu menjadi juara kelas, saya berpikir saat itu bahwa ketika menjadi juara kelas biaya sekolah akan terbantu dan itu akan mengurangi beban kedua orang tua. Alhamdulillah, sejak SMP hingga SMA saya selalu menjadi juara kelas dan menjuarai beberapa lomba.

Dari prestasi itu, saya mendapatkan uang saku dan juga gratis biaya sekolah. Di akhir kelas 12 ibu masih di Malaysia dan saat itu kakak berhasil lulus menjadi seorang sarjana.

Berbagai cemooh pernah keluarga kami dapatkan dari tetangga bahkan keluarga sendiri. Tapi kedua orang tua saya tidak pernah menghiraukan itu. Saya meyaksikan bagaimana kedua orang tua berjuang demi menyekolahkan anaknya hingga lulus menjadi sarjana.

Di bangku SMA saya mulai memikirkan perkuliahan. Masa SMA dilalui dengan penuh semangat dengan serius karena ada keinginan lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Penghujung kelas 12 akhirnya tiba, saat itu saya menyiapkan segala berkas untuk mendaftar SNMPTN. Ada rasa senang karena saat itu guru-guru sangat mendukung untuk melanjutkan kuliah.

Namun, ketika pengumuman SNMPTN tiba yang saya dapatkan adalah “Tidak Lulus.”  Saya sangat terpukul dan sedih dengan hasil itu, dan menganggap perjuangan saya selama 3 tahun di bangku SMA sia-sia. Tapi, lagi-lagi kedua orang tualah yang menjadi kekuatan untuk bangkit. Saya mulai bangkit kembali menyiapkan diri untuk mengikuti jalur seleksi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Selain itu saya juga mencoba jalur SNMPN (Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri), SBMPN (Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri), SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia), Mandiri Universitas Diponegoro, hingga mencoba jalur beasiswa di Telkom University.

Sayang, semua usaha itu pun satu per satu berujung kegagalan. Rasanya sungguh sangat pahit. Namun, saya tetap berjuang melalui SBMPTN. Satu-satunya jalan yang menjadi harapan untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri.

Selama kurang lebih 6 bulan saya fokus belajar persiapan SBMPTN itu. Saya mengikuti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) hingga waktu pengumuman tiba. Banyak teman, guru, dan saudara yang bertanya kabar kelulusan SBMPTN. Pertanyaan itu membuat saya merasa tertekan dan takut tidak bisa memenuhi ekspektasi orang lain.

Jujur, saat itu ada rasa takut untuk membuka pengumuman, bahkan harus menenangkan diri hingga malam hari untuk membuka pengumuman pada jam 3 siang itu. Setelah berdoa dan salat isya, saya memberanikan diri membuka pengumuman SBMPTN ditemani kakak saya.

Alhamdulillah, layar HP saya bertuliskan “SELAMAT” dengan penuh rasa bahagia dan haru, saya tidak berhenti bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan. Itu menjadi jawaban atas doa dan perjuangan selama ini termasuk doa dari kedua orang tua.

Sempat lelah dan ingin menyerah memang, ketika kita berada pada posisi yang sangat tidak nyaman. Tetapi kembali lagi berjuang itu sebuah pilihan. Saya bisa saja berhenti saat mengalami kegagalan tapi kesempatan emas akan hilang di masa depan.

Saya bersyukur memilih untuk terus berjuang karena karena ada keyakinan bahwa kita berikhtiar dan berdoa kepada Allah swt. Maka, Allah akan senantiasa membantu kita dalam menjalani segala rintangan yang ada.

Sampai akhirnya saya bisa diterima di IPB (Institut Pertanian Bogor) jalur SBMPTN 2020 di jurusan manajemen.

Di sini saya merangkai mimpi kedua orang tua, agar anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi dan menjadi sarjana.

Selain itu, saya juga sangat bersyukur karena mendapat KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang sangat membantu dalam hal biaya perkuliahan. Ini tentu menjadi jalan bagi saya dalam meringankan beban kedua orang tua.

Akhirnya, dengan pengalaman ini semoga kita semua bisa belajar bahwa segala hal itu tentang sebuah proses dan perjuangan.

Satu prinsip yang saya pegang ialah jangan pernah meninggalkan ibadah dan tetaplah memuliakan kedua orang tua. Ini seperti yang dikatakan sebuah hadis bahwa “ridho Allah ada pada ridho orang tua, dan murka Allah ada pada murka orang tua.”

Selamat berjuang kawan, sampai jumpa di puncak kesuksesan kelak.

*member Pondok Inspirasi

Editor: Herlinto. A

Tags: kampuskuliahmahasiswapendidikansarjana

Related Posts

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung
Advertorial

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Senin, 31 Agu 2026
Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Advertorial

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Senin, 31 Agu 2026
PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset
Advertorial

PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset

Senin, 31 Agu 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca
Pendidikan

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Sabtu, 29 Agu 2026
Next Post
Ilustrasi puisi Tak Berarti/tugu malang

Tak Berarti

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.