MALANG, Tugumalang.id – Tim dari Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia (IPKBI) mengecek dua kendaraan yang terlibat kecelakaan di Tol Pandaan – Malang KM 77 pada Senin (23/12/2024) sore kemarin.
Dari pengecekan tersebut diketahui truk wingbox dengan nopol S 9126 UU yang mundur tak terkendali mengalami overheat.
Akibat overheat pada mesin, truk tak kuat menanjak sehingga sopir menepikan kendaraannya tersebut. Nahas, sistem pengereman juga tidak berfungsi dengan baik sehingga truk bermuatan pakan ternak itu mundur dan menghantam bus Tirto Agung dengan nopol S 7607 UW yang berisi puluhan siswi SMP.
Baca Juga: Tips Mengatasi Kendaraan Tidak Kuat Menanjak di Jalan Tol, Perhatikan Agar Terhindar dari Risiko Kecelakaan!
“Kesimpulan yang kami temukan tadi untuk sementara, ada overheating. Maksudnya adalah kelebihan panas (pada mesin),” ujar Penguji Penyelia IPKBI, Umar Faruq usai melakukan ram check pada dua kendaraan yang terlibat, Selasa (24/12/2024).

Pengecekan ini juga melibatkan teknisi dari perusahaan Hino selaku manufaktur truk tronton yang terlibat. Dari pengecekan, diketahui dua selang reservoir yang seharusnya terhubung dengan radiator itu terlepas. Bahkan, air di dalam reservoir tersebut telah habis. Sehingga, sistem pendinginan tidak berfungsi.
Umar menyebut pihaknya juga menemukan adanya kebocoran di sistem pengereman. Kandungan minyak yang ada pada minyak rem bercampur dengan air. Akibatnya, truk berjalan mundur meskipun hand rem telah terpasang.
Baca Juga: Kecelakaan Bus di Tol Lawang, Polisi Selidiki Penyebab Truk Mundur Tak Terkendali
Menurut Umar, sistem pengereman truk sempat berfungsi sekitar 2-3 menit. Ia melihat sistem pengereman sebenarnya bisa berfungsi dengan baik, namun perlu penggantian oli.
“Truk sempat berhenti di tanjakan, artinya menunjukkan bahwa remnya berfungsi. Terlepas itu ada perubahan sistem remnya, apakah itu olinya atau apa,” kata Umar.
Ia menambahkan, masa berlaku uji KIR truk tersebut masih aktif hingga Februari 2025. Muatan yang diangkut juga tidak melebihi kapasitas truk. Umar menyebut daya angkut truk adalah 11,2 ton. Pakan ternak yang diangkut pada saat itu juga 11,2 ton.
“Kami lihat ordernya sama, yaitu 11,2 ton,” kata Umar.
Sementara terkait kondisi bus, Umar mengatakan mesin bus berfungsi baik dan tidak ada kebocoran. Masa berlaku uji kir bus juga masih aktif hingga Januari 2025. Akan tetapi, pihaknya tak bisa mengecek sistem pengereman yang ada di bagian depan bus karena sudah hancur.
“Kondisi bus sudah tidak ada perubahan yang berarti, cuma karena hantaman pada depan bus itu hancur sehingga kami tidak bisa memeriksa kondisi sistem rem yang ada di depan,” kata Umar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























