Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Cerita Raisah Manfaatkan Media Sosial hingga Kebanjiran Order Kerajinan Tangan Rajut

Redaksi by Redaksi
November 20, 2024 7:55 am
in Insight
Raisah saat mengisi waktu luangnya dengan merajut./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id

Raisah saat mengisi waktu luangnya dengan merajut./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pemanfaatan gadget tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari di mana mayoritas anak maupun orang dewasa menghabiskan waktu untuk berselancar di media sosial. Tetapi bagi Fatimah Raisah Kalila Shahab (14) yang akrab disapa Raisah main media sosial bukan sekedar scrolling hal-hal yang kurang produktif dan menyita banyak waktu.

Raisah memanfaatkan gadget dan berselancar di media sosial justru untuk menemukan hal yang lebih produktif yakni membuat kerajinan tangan berupa merajut. Bermula dari scrolling di media sosial tentang merajut, pelajar kelas IX SMP Islam Soedirman Jakarta itu tertarik untuk belajar merajut.

READ ALSO

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Baca Juga: Cerita Asna Safina Fanshuri Rebut Juara 1 Lomba Mewarnai Memperingati Hari Pahlawan Kategori SD, Hobi Mewarnai Sedari Kecil Hingga Cita-Cita jadi Pelukis

Setelah itu, Raisah mencari tutorial bagaimana cara merajut termasuk bahan-bahan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memulai merajut. Ia kemudian mulai mencoba membuat kerajinan rajut buatannya sendiri.

Awalnya Raisah mengira merajut itu mudah seperti yang dicontohkan di tutorial yang disaksikan melalui pencarian di kanal YouTube.

Tetapi dalam praktiknya beberapa kali ia belum berhasil hingga pada akhirnya berhasil membuat kerajinan rajut pertamanya berupa tempat pensil.

Raisah saat mengisi waktu luangnya dengan merajut./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id
Raisah saat mengisi waktu luangnya dengan merajut./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id

“Awalnya karena scroll di TikTok dan Instagram, saya mikirnya keren deh kalau bisa merajut. Akhirnya mulai searching di YouTube tutorial (merajut) sama bahan-bahannya coba beli sama hakpen buat merajut,” ungkap Raisah kepada Tugumalang.id.

“Setelah cari tutorial, menurutku gampang. Ternyata setelah dicoba berkali-kali enggak bisa, sampai akhirnya pertama kali bisa bikin tempat pensil kecil. Setelah dari situ, aku merasa merajut beneran seru,” imbuh anak kedua dari lima bersaudara tersebut.

Baca Juga: Cerita Gyza Tempuh Studi Sesuai Passion di Malaysia Hingga Pengalaman Berkesan Mengikuti Summer School di Jepang

Tidak banyak uang yang dikeluarkan Raisah untuk belajar merajut. Ia mengeluarkan uang sebesar Rp 9 ribu untuk membeli benang dan Rp 7 ribu untuk membeli hakpen. Total Rp 16 ribu dikeluarkan oleh Raisah untuk memulai hobi barunya itu yang baru ia mulai pada bulan Juni-Juli 2024 lalu.

Caption: Pouch rajutan karya Raisah./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id.
Caption: Pouch rajutan karya Raisah./Foto: Dok.Pribadi for Tugumalang.id.

Raisah pun merasa menemukan keasyikan tersendiri, mengisi waktu luang dengan merajut. Meski senang dengan aktivitas merajut, ia tetap mengatur waktu dengan baik antara sekolah dan aktivitasnya lainnya di luar sekolah.

Hanya ketika memiliki waktu luang seperti libur dan akhir pekan, Raisah baru akan menyalurkan hobi merajutnya itu.

“Aku merajut setiap ada waktu aja karena juga dibagi sama waktu sekolah dan juga biasanya masih banyak tugas. Paling (merajut) waktu liburan, libur Sabtu-Minggu, atau pas lagi enggak ada tugas aja,” terangnya.

Selama kurang lebih dua bulan belajar merajut, kini Raisah sudah bisa menghasilkan karya rajut diantaranya tempat pensil, pouch, dan tas yang ia gunakan sendiri. Tetapi keterampilannya dalam membuat karya rajut membuat temannya tertarik dengan karya Raisah dan beberapa kali minta dibuatkan karya rajut.

Walau sudah terampil dalam merajut dan mendapat apresiasi dari teman hingga gurunya, Raisah masih enggan menjadikan keterampilannya itu sebagai sebuah bisnis.

Saat ini, Raisah hanya menjadikan hobi merajutnya untuk mengisi waktu luang di sela-sela aktivitas sekolah. Meskipun banjir orderan dari guru dan juga teman-temannya yang mengingin karya rajut buatan Raisah.

“Guru-guru dan teman-teman antusias sekali, mereka tanya kok saya bisa merajut dan juga minta diajarin. Karena sepengetahuan mereka, merajut itu enggak gampang terus juga butuh waktu yang lama jadi mereka takjub,” beber Raisah.

“Akhirnya kebanjiran order, sempat ada yang bayar cuma saya enggak berani,” tambahnya.

Ayahanda Raisah, Salim Shahab tak ingin membebani putrinya itu dengan memanfaatkan antusias guru dan teman-temanya terhadap karya rajut Raisah sebagai sebuah bisnis. Salim untuk sementara ini lebih mendukung hobi Raisah merajut sebagai sarana mengisi waktu luang saja.

Meski di satu sisi, Raisah juga ingin kelak ingin mendunia, dimana saat ini beberapa karya rajut Raisah diberikan sang kakak kepada keluarga asuhnya di Finlandia. Kakak Raisah, Ahmad Ali Rayyan Shahab tengah menjalani pertukaran pelajar di Finlandia.

Tetapi Salim hanya ingin hobi Raisah untuk sementara ini sebagai aktivitas mengisi waktu luang dan berbagi inspirasi kepada anak-anak lain untuk memanfaatkan waktu luang dengan hal yang lebih produktif.

“Kita izinkan untuk membuat akun sendiri. Saya pikir ini sebagai media penyaluran ketika banyak anak-anak yang seperti galau mengisi waktu luangnya hanya dengan nonton, main game, atau scrolling hal yang tidak bermanfaat. Ini (kegiatan merajut) justru bisa memberikan manfaat,” ungkap Salim.

“Tidak menutup kemungkinan nanti dia punya hobi-hobi yang lain dan memberi inspirasi kepada anak-anak muda lainnya agar hobi mereka disalurkan dengan aktivitas yang sederhana,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: InsightKisah inspiratifMedia SosialMerajutRaisahRajut

Related Posts

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Next Post
Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Arab Saudi dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK pada Selasa (19/11/2024) malam kemarin. /Foto: Instagram @timnasindonesia.

Fakta Menarik Usai Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi, Sukses Raih Kemenangan Perdana

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.