Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Irham Thoriq by Irham Thoriq
Oktober 13, 2026 9:30 am
in Insight
Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Prof Khudori Soleh, guru besar UIN Maliki Malang dalam sebuah kesempatan. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tidak banyak orang yang tekun, terlebih dalam menjalani jalan yang telah dipilih. Prof Khudori Sholeh adalah bagian dari sedikit orang itu.

Saat saya baru masuk kuliah S1 pada 2008 silam, lalu kembali menempuh S2 di fakultas dan kampus yang sama pada 2026, ada satu hal yang tidak berubah dari Prof Khudori, yakni ketekunannya terhadap ilmu dan pengetahuan.

READ ALSO

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Wajahnya juga tidak banyak berubah. Cara beliau berargumen, berjalan, dan berpakaian nyaris sama. Begitu pula ketekunannya dalam dunia akademik, mulai membaca, menulis, hingga meneliti.

Saya masih ingat betul saat perkuliahan S1, mungkin pada 2009. Sambil berdiri, beliau kira-kira mengatakan begini: dunia semakin kompetitif, kita harus rajin membaca. Kalau tidak rajin membaca, bagaimana kita bisa bersaing?

Beliau juga menceritakan kebiasaannya membaca sejumlah buku setiap bulan, mungkin sekitar empat hingga lima buku. Saya tidak tahu persis jumlahnya. Yang jelas, waktu itu beliau membaca banyak buku setiap bulan.

Beliau menyebut jumlah buku yang dibacanya tentu agar para mahasiswa juga rajin membaca.

Beberapa pekan lalu, setelah berselang sekitar 17 tahun, Prof Khudori kembali menyampaikan ketekunannya dalam dunia akademik. Kali ini bukan soal membaca, melainkan menulis jurnal.

Baca juga: Perkuat Jejaring Kolaborasi Internasional, UIN Malang Tekankan Moderasi Beragama

Bagi beliau, menulis adalah hiburan. Menulis juga menjadi jalan ninja bagi seorang akademisi.

“Kita harus mencintai apa yang kita lakukan, dan harus enjoy. Dan menulis sudah menjadi hiburan saya. Bagi dosen, menulis harus menjadi hiburan,” kata Prof Khudori.

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Foto bareng setelah perkuliahan Prof Khudori Soleh. Foto: irham thoriq

Beliau termasuk produktif menulis jurnal. Umumnya, beliau tidak mau menulis di jurnal berbayar, termasuk jurnal Scopus Q1 dan Q2.

“Saya kira tidak masuk logika, kita sudah capek nulis, meneliti, kok masih disuruh bayar. Tapi kalau kalian punya banyak uang mau bayar agar diterbitkan, ya silakan,” kata Prof Khudori.

Ketekunan Prof Khudori Sholeh di Dunia Akademik

Sebagai dosen studi Islam, Prof Khudori tentu sangat mahir dalam ilmu Al-Qur’an. Ilmu inilah yang beliau ajarkan kepada kami di S2.

Perkuliahan berlangsung setiap Senin, awal pekan, pukul 08.10. Ini menjadi jadwal kuliah paling pagi bagi kami. Kesibukan pada awal pekan akhir-akhir ini pun semakin terasa dengan adanya perkuliahan tersebut.

Meski cukup menyita energi di awal pekan, kuliah Prof Khudori cukup mengasyikkan. Penyampaiannya tidak tekstual. Ada keluasan ilmu dan wawasan yang beliau hadirkan dalam setiap perkuliahan.

Selain memahami ilmu Al-Qur’an beserta berbagai penjelasannya, pria yang juga mengasuh Pesantren Mahasiswi Al Azkiya’, Merjosari, Kota Malang, ini ternyata rajin membaca Al-Qur’an. Membaca kalamullah sudah menjadi wirid atau aktivitas kesehariannya.

Senin pagi (12/10/2026), saat mengajar, beliau menjelaskan bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang memiliki frekuensi sama. Orang baik akan berkumpul dengan orang baik. Begitu pula sebaliknya.

“Makanya kalau Anda ingin suami yang baik, maka perbaiki diri Anda dulu,” kata Prof Khudori kepada para mahasiswi di kelas, yang kebetulan memang banyak belum menikah.

Baca juga:

Setelah itu, beliau mencontohkan dirinya yang sering bertemu dengan orang-orang yang memiliki wirid membaca Al-Qur’an. Kebetulan, Prof Khudori terbiasa membaca satu juz Al-Qur’an dalam sehari.

“Sehingga dalam satu bulan, khatam satu kali,” katanya.

“Saya sering sekali mimpi Gus Baha, beliau kan suka Al-Qur’an, mungkin karena itu. Pernah mimpi Gus Baha, foto bareng, yang motret Gus Kautsar,” kata beliau.

Wirid Membaca Al-Qur’an dan Pertemuan dengan Orang Baik

Prof Khudori ingin menyampaikan bahwa jika ingin bertemu dengan orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an, biasakanlah membaca kitab suci itu setiap hari. Jadikan sebagai rutinitas. Terlebih, membaca Al-Qur’an memiliki banyak manfaat.

Apa yang disampaikan Prof Khudori ini mengingatkan saya pada pesan guru saya, Habib Ismail dari Gresik. Suatu ketika, beliau mengatakan, “Kalau ente tidak baca Al-Qur’an, mungkin kita tidak ketemu, ada semacam hijab begitu, yang tak terlihat,” kata beliau.

Saya kemudian mengecek Al-Qur’an. Hijab tersebut mungkin merujuk pada istilah hijaban masturo, yakni penghalang yang tertutup.

Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Benchmarking ke Unpad, Perkuat Laboratorium dan Pembelajaran Teknologi

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra’ ayat 45 yang kurang lebih artinya:

Apabila engkau (Nabi Muhammad) membaca Al-Qur’an, Kami adakan suatu tabir yang tertutup antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat.

Jadi, ayo kita biasakan membaca Al-Qur’an setiap hari.

Apa yang disampaikan Prof Khudori Senin pagi itu begitu berkesan. Kesan tersebut semakin lengkap karena perkuliahan pagi itu berlangsung dengan lengkap. Seluruh anggota angkatan kami, sebanyak 12 orang, hadir semua.

Hal seperti ini sangat jarang terjadi. Kadang ada saja yang absen. Karena itulah, pagi itu kami berfoto bersama. Cekrek.

Semoga hari-hari kami selalu penuh dengan kesan yang baik. Amin.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: gus bahaHabib Ismail Gresikketekunan akademikmembaca Al-Quranmenulis jurnalPesantren Al Azkiya’Prof Khudori SholehSurah Al-Isra’wirid Al-Qur’an

Related Posts

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia
Insight

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 3: Arungi Biduk Rumah Tangga Menuju Pulau Bahagia

Senin, 21 Sep 2026
Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa
Insight

Coach Dr Fahmi Ungkap Pentingnya Mentoring Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Jumat, 11 Sep 2026
Next Post
Gus Ipul Wajibkan Pegawai Kemensos Jadi Agen Perlinsos Digital

Gus Ipul Wajibkan Pegawai Kemensos Jadi Agen Perlinsos Digital

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.