Jakarta, Tugumalang.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mewajibkan seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi Agen Perlinsos Digital. Ia juga menekankan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan belanja untuk kebutuhan masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam rapat dinas di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (12/10/2026). Rapat itu dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, staf khusus dan staf ahli Menteri Sosial, serta kepala sentra dan kepala balai secara daring.
“Karena kita menggelorakan orang lain untuk jadi Agen Perlinsos, maka kami ingin seluruh jajaran Kementerian Sosial siap menjadi Agen Perlinsos,” kata Gus Ipul.
Ia meminta setiap pegawai membantu masyarakat melakukan pendaftaran Perlinsos Digital, terutama warga yang kesulitan mengakses layanan secara mandiri.
“Perlu Agen Perlinsos. Perlu relawan-relawan yang mau membantu supaya bisa memasukkan data keluarga penerima manfaat ke dalam sistem digital kita,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, Perlinsos Digital menjadi bagian dari perubahan pengelolaan data bantuan sosial yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat. Melalui sistem ini, penerima bantuan dapat melakukan pendaftaran ulang, sedangkan masyarakat lainnya bisa mengajukan pendaftaran secara mandiri.
“Kalau dulu by name, by address, sekarang by wajah. Wajahnya kelihatan,” katanya, merujuk pada penggunaan verifikasi wajah dalam sistem tersebut.
Dalam rapat itu, Gus Ipul juga memperlihatkan perkembangan pendaftaran Perlinsos Digital. Sebanyak 7,35 juta warga telah terdaftar dengan dukungan lebih dari 605 ribu agen Perlinsos. Dari jajaran Kemensos, lebih dari 37 ribu pegawai telah menjadi agen.
Ia meminta seluruh pimpinan unit kerja mempercepat partisipasi pegawai dan melaporkan perkembangannya pada pekan berikutnya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar
Selain mendorong partisipasi dalam Perlinsos Digital, Gus Ipul menekankan efisiensi dan percepatan penyerapan anggaran Kemensos tahun 2026. Ia meminta setiap unit kerja segera menghitung potensi sisa anggaran untuk dialihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak.
“Cermati, hitung potensi SILPA, konsolidasikan penyerapan anggaran tahun 2026. Laksanakan secara cermat, waktu efektif tinggal satu setengah bulan,” tegasnya.
Gus Ipul meminta belanja wajib tetap menjadi prioritas. Pos tersebut meliputi gaji, biaya penyaluran bantuan sosial, permakanan siswa Sekolah Rakyat, dan program pemberdayaan. Sebaliknya, belanja penunjang birokrasi yang tidak mendesak harus dihemat.
“Sudah, belanja kita utamakan untuk kepentingan rakyat. Yang dihemat adalah belanja penunjang birokrasi,” katanya.
Untuk persiapan tahun 2027, Gus Ipul menyampaikan pagu definitif Kemensos yang mencakup dukungan bagi program Sekolah Rakyat. Ia meminta kebutuhan tambahan akibat bertambahnya gedung permanen Sekolah Rakyat segera diantisipasi.
“Kalau misalnya ada tambahan gedung permanen di tahun 2027, itu belum ada anggarannya. Ini perlu kerja keras kita untuk melakukan ABT di awal tahun, karena ini nanti menyangkut permakanan, ini tidak boleh telat,” ujarnya.
Baca juga: Gus Ipul Sanksi 1.900 ASN Kemensos Terindikasi Judi Online
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul meminta seluruh Sekolah Rakyat terus membenahi fasilitas dan pengelolaan pendidikan. Kepala sekolah harus memastikan seluruh fasilitas terawat dan berfungsi, termasuk di gedung permanen yang sedang dipersiapkan untuk digunakan.
“Semua fasilitas wajib operasional, tidak boleh terkunci atau belum berfungsi,” tegasnya.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang baik. Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus diperlakukan secara setara.
“Jangan dibedakan antara guru, wali asrama, wali asuh. Jangan dibedakan antara tukang masak dengan keamanan atau security. Perlakukan sama mereka,” ujarnya.
Selain itu, kepala sekolah diminta segera menangani persoalan siswa, berkomunikasi dengan orang tua, serta berkoordinasi dengan sentra dan balai Kemensos apabila membutuhkan pendampingan.
“Kalau ada masalah, segera tuntaskan, segera hubungi orang tuanya, cari solusi. Jangan nunggu satu dua hari baru menghubungi orang tuanya,” katanya.
Gus Ipul menutup arahannya dengan meminta seluruh jajaran Kemensos ikut mengawal keberlangsungan program Sekolah Rakyat. Menurut dia, tanggung jawab terhadap program tersebut tidak boleh hanya dibebankan kepada kepala sekolah.
“Bangun komunikasi yang baik dengan para kepala sekolah. Ikut awasi, ikut memanggul, ikut membopong bersama-sama Sekolah Rakyat. Jadi ini adalah keluarga kita yang harus kita dukung,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

















