Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Menjamu Wisatawan Bak Tamu Ala Situs Patirtan Ngawonggo, Free Tiket Masuk dan Makan

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2024 4:31 pm
in Asli Malang
Kegiatan tasyakuran bulan Safar di Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Irham Thoriq

Kegiatan tasyakuran bulan Safar di Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Irham Thoriq

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Ada yang unik saat pengunjung berwisata ke Situs Patirtan Ngawonggo. Alih-alih diminta membayar tiket masuk, mereka justru dijamu makanan tradisional secara cuma-cuma.

Menjamu wisatawan bak tamu merupakan prinsip dari pengelola situs yang terletak di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang ini. Semua wisatawan dibolehkan mengambil makanan yang dimasak oleh pengelola selama persediaan masih ada.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Dapur tempat membuat minum untuk jamuan tamu. Foto: Irham Thoriq
Dapur tempat membuat minum untuk jamuan tamu. Foto: Irham Thoriq

Agar kebagian makanan, wisatawan selalu diminta untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu sebelum datang ke sana. Dengan demikian, pengelola bisa menyediakan porsi makanan yang cukup untuk semua tamu.

Baca Juga: Menikmati Kuliner Tradisional Jenang dengan Kemasan Kekinian Ala De Jenangs, Wajib Dicoba!

Wisatawan bisa menghubungi pengelola melalui direct massage (DM) di akun Instagram situspatirtanngawonggo atau melalui Whatsapp di nomor 081249879428. Apabila tidak berkabar ke pengelola, maka pengunjung tersebut harap memaklumi jika tidak dijamu dengan makanan.

“Orang yang ke sini harus berkabar lewat DM Instagram atau Whatsapp karena budaya di desa kami itu memberi kabar dulu. Kalau tidak ada kabar, kami nggak masak,” ujar Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin, beberapa waktu lalu.

Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin. Foto: Irham Thoriq
Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin. Foto: Irham Thoriq

Baca Juga: Menelusuri Situs Sekaran, Peninggalan Masa Pra Majapahit yang Konon Diyakini Sebagai Bangunan Suci

Berdasarkan kajian Balai Pelestarian Kebudayaan IX, Situs Patirtan Ngawonggo berasal dari era kerajaan Hindu-Buddha di antara abad 10-13 Masehi atau masa peralihan dari Kerajaan Kediri dan Singosari. Situs ini baru diekskavasi pada tahun 2017 usai viral di media sosial Facebook.

“Sebenarnya warga di sini sudah tahu lama, tapi pemahaman akan sejarah dan cagar budaya itu masih awam,” kata Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Di April 2017, warga sekitar mulai iseng-iseng mendatangi situs tersebut. Saat ini, Situs Patirtan Ngawonggo terlihat asri dan terawat, namun dulunya area tersebut dipenuhi dengan semak belukar. Warga sekitar pun memanfaatkan area situs untuk bercocok tanam kendati tahu di sana ada arca peninggalan kerajaan klasik.

“Di situ kan ada relief-relief dan kolam-kolam. Dulu nggak sebersih itu, banyak ditumbuhi semak belukar dan nggak kelihatan (jelas),” tutur Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo terdiri dari empat struktur utama, yakni Struktur Kolam 1, Struktur Kolam 2, Struktur 3 berupa dinding berelief, dan Struktur Kolam 4. Pada setiap struktur terdapat beberapa relief dan panil/arca yang menggambarkan dewa-dewa.

Pada masa klasik, tempat ini dulunya digunakan sebagai sarana dan prasarana bersuci. Di kawasan tersebut diduga terdapat pemukiman dan tempat beribadah. Namun, tidak diketahui situs tersebut dulunya digunakan oleh warga biasa atau anggota kerajaan.

“Tidak ada sumber yang kuat. Tidak ada tulisan yang tercantum atau memuat terkait (digunakan) warga biasa atau kerajaan,” kata Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo buka setiap hari kecuali Kamis mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Meski tiket masuk gratis, pengelola menyediakan kotak donasi sehingga pengunjung bisa ikut berpartisipasi membantu pengelolaan situs ini.

“Itu lebih ke donasi partisipasi untuk perawatan dan fasilitas serta untuk menjamu tamu selanjutnya,” ujar Rahmad.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangSitus Patirtan NgawonggoWisata Sejarahwisata Situs Patirtan Ngawonggo

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di kampus Polinema. (Foto/dok. Polinema)

Disiplin, Jiwa Korsa dan Patriotisme Jadi Pesan Polinema di Peringatan HUT RI ke-79

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.