Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Menjamu Wisatawan Bak Tamu Ala Situs Patirtan Ngawonggo, Free Tiket Masuk dan Makan

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2024 4:31 pm
in Asli Malang
Kegiatan tasyakuran bulan Safar di Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Irham Thoriq

Kegiatan tasyakuran bulan Safar di Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Irham Thoriq

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Ada yang unik saat pengunjung berwisata ke Situs Patirtan Ngawonggo. Alih-alih diminta membayar tiket masuk, mereka justru dijamu makanan tradisional secara cuma-cuma.

Menjamu wisatawan bak tamu merupakan prinsip dari pengelola situs yang terletak di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang ini. Semua wisatawan dibolehkan mengambil makanan yang dimasak oleh pengelola selama persediaan masih ada.

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Dapur tempat membuat minum untuk jamuan tamu. Foto: Irham Thoriq
Dapur tempat membuat minum untuk jamuan tamu. Foto: Irham Thoriq

Agar kebagian makanan, wisatawan selalu diminta untuk menghubungi pengelola terlebih dahulu sebelum datang ke sana. Dengan demikian, pengelola bisa menyediakan porsi makanan yang cukup untuk semua tamu.

Baca Juga: Menikmati Kuliner Tradisional Jenang dengan Kemasan Kekinian Ala De Jenangs, Wajib Dicoba!

Wisatawan bisa menghubungi pengelola melalui direct massage (DM) di akun Instagram situspatirtanngawonggo atau melalui Whatsapp di nomor 081249879428. Apabila tidak berkabar ke pengelola, maka pengunjung tersebut harap memaklumi jika tidak dijamu dengan makanan.

“Orang yang ke sini harus berkabar lewat DM Instagram atau Whatsapp karena budaya di desa kami itu memberi kabar dulu. Kalau tidak ada kabar, kami nggak masak,” ujar Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin, beberapa waktu lalu.

Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin. Foto: Irham Thoriq
Pelestari Situs Patirtan Ngawonggo, Rahmad Yasin. Foto: Irham Thoriq

Baca Juga: Menelusuri Situs Sekaran, Peninggalan Masa Pra Majapahit yang Konon Diyakini Sebagai Bangunan Suci

Berdasarkan kajian Balai Pelestarian Kebudayaan IX, Situs Patirtan Ngawonggo berasal dari era kerajaan Hindu-Buddha di antara abad 10-13 Masehi atau masa peralihan dari Kerajaan Kediri dan Singosari. Situs ini baru diekskavasi pada tahun 2017 usai viral di media sosial Facebook.

“Sebenarnya warga di sini sudah tahu lama, tapi pemahaman akan sejarah dan cagar budaya itu masih awam,” kata Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Situs Patirtan Ngawonggo. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Di April 2017, warga sekitar mulai iseng-iseng mendatangi situs tersebut. Saat ini, Situs Patirtan Ngawonggo terlihat asri dan terawat, namun dulunya area tersebut dipenuhi dengan semak belukar. Warga sekitar pun memanfaatkan area situs untuk bercocok tanam kendati tahu di sana ada arca peninggalan kerajaan klasik.

“Di situ kan ada relief-relief dan kolam-kolam. Dulu nggak sebersih itu, banyak ditumbuhi semak belukar dan nggak kelihatan (jelas),” tutur Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo terdiri dari empat struktur utama, yakni Struktur Kolam 1, Struktur Kolam 2, Struktur 3 berupa dinding berelief, dan Struktur Kolam 4. Pada setiap struktur terdapat beberapa relief dan panil/arca yang menggambarkan dewa-dewa.

Pada masa klasik, tempat ini dulunya digunakan sebagai sarana dan prasarana bersuci. Di kawasan tersebut diduga terdapat pemukiman dan tempat beribadah. Namun, tidak diketahui situs tersebut dulunya digunakan oleh warga biasa atau anggota kerajaan.

“Tidak ada sumber yang kuat. Tidak ada tulisan yang tercantum atau memuat terkait (digunakan) warga biasa atau kerajaan,” kata Rahmad.

Situs Patirtan Ngawonggo buka setiap hari kecuali Kamis mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Meski tiket masuk gratis, pengelola menyediakan kotak donasi sehingga pengunjung bisa ikut berpartisipasi membantu pengelolaan situs ini.

“Itu lebih ke donasi partisipasi untuk perawatan dan fasilitas serta untuk menjamu tamu selanjutnya,” ujar Rahmad.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangSitus Patirtan NgawonggoWisata Sejarahwisata Situs Patirtan Ngawonggo

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di kampus Polinema. (Foto/dok. Polinema)

Disiplin, Jiwa Korsa dan Patriotisme Jadi Pesan Polinema di Peringatan HUT RI ke-79

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.