Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Waspada, 7 Wabah Penyakit Ini Sering Muncul di Musim Hujan

Redaksi by Redaksi
Desember 11, 2024 7:51 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi demam berdarah sebagai wabah yang sering muncul di musim hujan. Foto/Pinterest

Ilustrasi demam berdarah sebagai wabah yang sering muncul di musim hujan. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Musim hujan memang membawa udara yang sejuk dan segar, namun di balik itu, ada banyak risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Setidaknya tujuh wabah penyakit ini sering muncul di musim hujan.

Cuaca yang lembap dan hujan yang terus-menerus turun menciptakan kondisi yang ideal bagi penyebaran berbagai penyakit.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Beberapa penyakit yang sering menyerang tubuh di musim hujan dapat menular dengan cepat jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyakit-penyakit yang umum terjadi dan cara untuk menghindarinya.

1. Demam Berdarah (DBD)

Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga: Menjelang Musim Hujan, Ini 5 Hal yang Harus Anda Siapkan!

Musim hujan mempercepat proses perkembangbiakan nyamuk ini karena adanya genangan air yang menjadi tempat bertelur. Gejala utama demam berdarah meliputi demam tinggi mendadak, nyeri pada sendi dan otot, serta ruam kulit.

Untuk mencegah demam berdarah, pastikan untuk menutup tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, atau drum, serta menggunakan obat nyamuk atau kelambu saat tidur.

Menguras tempat penampungan air secara rutin juga sangat penting untuk mencegah berkembangnya nyamuk.

2. Penyakit Saluran Pernapasan (ISPA)

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti flu, batuk, dan pilek seringkali meningkat selama musim hujan.

Suhu yang berubah-ubah dan kelembapan udara yang tinggi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Anak-anak dan orang lanjut usia lebih berisiko terkena penyakit ini.

Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Rekomendasi 5 Kedai STMJ di Kota Malang yang Pas Buat Hangatkan Badan

Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sangat penting. Cuci tangan secara rutin, hindari tempat yang penuh sesak, dan pastikan tubuh tetap hangat dengan pakaian yang tepat.

Jika merasa sakit, segeralah beristirahat dan perbanyak konsumsi cairan untuk membantu proses pemulihan.

3. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan

Musim hujan juga meningkatkan risiko penyakit diare dan infeksi saluran pencernaan. Air yang tercemar oleh bakteri atau virus bisa menginfeksi tubuh melalui makanan atau minuman yang tidak higienis.

Beberapa jenis bakteri seperti E. coli atau Vibrio cholerae bisa berkembang biak lebih cepat di musim hujan, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang telah dimasak dengan baik sangat dianjurkan untuk pencegahan. Selalu pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah menggunakan toilet.

Penggunaan air bersih dan penanganan makanan yang higienis sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

4. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya ditularkan melalui urine hewan, seperti tikus, yang terkontaminasi dengan air yang tergenang akibat hujan.

Penyakit ini bisa menyebabkan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, dan bahkan kegagalan organ jika tidak ditangani dengan cepat.

cara pencegahan yang tepat yaitu, hindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, terutama jika terpapar genangan air hujan.

Kenakan sepatu boots dan pelindung tubuh jika harus bekerja di area yang tergenang air. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak tikus.

5. Malaria

Meskipun lebih sering terjadi di daerah tropis dan subtropis, malaria tetap menjadi ancaman besar saat musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles.

Hujan menyebabkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk Anopheles.

Penggunaan kelambu berinsektisida dan obat nyamuk dapat membantu mengurangi risiko tertular malaria. Selain itu, menghindari tempat-tempat yang banyak nyamuk, terutama pada malam hari, juga sangat dianjurkan.

6. Tipes (Demam Tifoid)

Tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi.

Musim hujan yang menggenangkan saluran pembuangan dan merusak sanitasi sering menjadi pemicu peningkatan kasus tipes.

Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi sangat penting. Selain itu, vaksinasi tifoid juga dianjurkan untuk mencegah infeksi bakteri penyebab tipes.

7. Kaki Gajah (Filariasis)

Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini bisa menyebabkan pembengkakan ekstrem pada kaki atau tangan yang dikenal dengan istilah kaki gajah.

Hujan yang menyebabkan genangan air bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebar cacing filaria.

Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk atau kelambu adalah langkah yang efektif dalam mencegah penyakit ini.
Musim hujan memang membawa risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Dengan mengenali berbagai penyakit yang sering menyerang di musim hujan, kita bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan yang tepat.

Kebersihan diri dan lingkungan, serta menjaga daya tahan tubuh, adalah kunci untuk menghindari penyakit yang biasa muncul selama musim hujan.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis jika merasa ada gejala yang mencurigakan, agar pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Reyka Kurnia Putri (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: DBDdemam berdarahDiareLeptospirosisMalariamusim hujanPenyakit Musim HujanWabah

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Ide kreatif membuat pohon Natal di rumah. Foto: pinterest.Veronica Vallejos.

Cara Membuat Pohon Natal DIY dari Barang Bekas dan Rayakan Tahun Baru dengan Kreatif

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.