Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

6 ABK Asal Malang dan Batu Terlantar dan Tak Bisa Pulang dari Pulau Guam, Amerika Serikat

Redaksi by Redaksi
Oktober 28, 2021 4:54 pm
in Berita
Para ABK saat masih berada di kapal di pulau Guam

Warga Indonesia saat terkatung-katung di atas kapal MV Voyager. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id- Sembilan warga Indonesia terlantar dan tak bisa pulang ke Indonesia karena kapal yang mereka tumpangi tertahan di Pulau Guam, Amerika Serikat.

 

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Total, sudah lima bulan ini mereka hidup terkatung-katung di atas kapal MV Voyager milik bos asal Kanada yang diduga kabur tak bertanggung jawab memulangkan mereka.

 

Diketahui, empat orang dari mereka adalah warga Kota Malang, dua orang warga Kota Batu, dan sisanya warga Sidoarjo, Blitar, dan Lumajang.

Warga Indonesia yang terkatung-katung di atas kapal MV Voyager. Foto: dok

Mereka adalah Agus Brigianto dan Ali Akbar Cholid, warga Kota Batu. Lalu, empat warga Kota Malang yakni Bambang Suparman, Gunawan Soeharto, Dicky Wahyu, dan Fajar Nur. Sisanya, tiga orang lain adalah Muhammad Khafid asal Lumajang, Fery Sujatmiko asal Blitar, dan Yusman Shobirin asal Sidoarjo.

 

Selama lima bulan, kebutuhan harian mereka seperti makan dan minum terbantu oleh salah satu agensi kapal di sana.

 

Hidup terkatung-katung selama lima bulan di sana, para ABK ini tidak memiliki uang sepeserpun. Bos pemilik kapal diduga kabur karena tak bisa menggaji para ABK dan juga tak bisa memulangkan mereka.

Kapal MV Voyager tempat ABK asal Indonesia tinggal selama lima bulan ini. Foto: dok

Saking kalutnya, mereka sampai membentangkan spanduk di badan kapal dengan pesan tulisan yang menyayat hati. ”We want to repatried, to be paid our salaries (5 months). Our family at home into danger. No income for living & study fee. Our mentality completely down. Our family needs our support,” tulis mereka.

 

Salah seorang ABK asal Kota Batu, Ali Akbar Cholid (27), saat dihubungi lewat sambungan telepon membenarkan bahwa dirinya bersama awak lainnya terlantar hidup di atas kapal sejak Juli 2021 lalu.

 

Awalnya, mereka berangkat dari Bali menuju Guam untuk menjual kapal tersebut. Namun, sesampainya di sana si calon pembeli urung membeli kapal tersebut.

 

”Saat kami hubungi pemilik kapal, kami hanya diberi janji-janji saja. Kami hubungi KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di AS juga begitu, masih proses-proses terus. Sudah dua bulan KJRI bilang masih diproses. Suruh berdoa terus saja,” terangnya, pada Kamis (28/10/2021).

 

Ketidakjelasan itu semua membuat mereka bahkan tidak bisa turun ke daratan karena kendala izin. Artinya, selama lima bulan itu mereka hidup terkurung di atas kapal. Perasaan dalam hati mereka campur aduk.

 

”Kami hanya ingin pulang. Liat anak pertama saya yang sudah lahir, belum liat bapaknya sama sekali. Ada juga temen di sini, bapaknya meninggal, tapi dia gak bisa pulang,” ungkapnya.

 

“Secara fisik kami sehat, tapi tidak dengan mental kami. Kami hanya ingin pulang,” katanya lagi.

 

Terpisah, Tugu Malang ID berusaha menghubungi istri Ali yang tinggal di Kota Batu. Namanya Rani Septi Ridwan. Rani cerita kalau suaminya berangkat saat usia kandungan masih 4,5 bulan hingga kini sudah lahir dan berusia 1,5 bulan.

 

”Belum lihat bapaknya sama sekali. Selama ini kami hanya bisa komunikasi via ponsel. Saya harap Pemerintah Indonesia bisa memulangkan suami saya,” harapnya.

 

Selama itu pula, Rani juga telah mencari berbagai cara, termasuk dengan meminta bantuan anggota DPRD Provinsi Jatim. Namun, hasilnya nihil. Suaminya dan juga delapan ABK lainnya masih terkatung-katung di Pulau Guam tanpa kejelasan.

 

“Kami bahkan juga sudah meminta bantuan kepada kerabat dan anggota DPRD Provinsi. Tapi ya belum ada kejelasan pasti,” sebutnya.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: ABKbatumalang

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Proses pemadaman kebakaran lahan tebu di Kecamatan Gondanglegi.

Lahan Tebu di Gondanglegi Terbakar, 4 Jam Lebih Api Bisa Dijinakkan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.