MALANG, Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat sebanyak kurang lebih 400 perempuan mengidap kanker serviks. Diperkirakan masih ada lebih banyak perempuan mengidap kanker serviks yang belum terdeteksi.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Titis Ari Respatilatsih mengatakan, baru sekitar 35 ribu perempuan yang menjalani skrining kanker serviks. Jumlah tersebut hanya lima persen dari target sasaran, yakni sejumlah 700 ribu perempuan.
Baca Juga: Permudah Skrining Kanker Serviks, Puskesmas di Kabupaten Malang Segera Dilengkapi Alat Self Sampling
“Jumlah penderita bisa lebih banyak lagi karena banyak yang tidak skrining. Ada juga yang sakit dan ada keluhan tapi tidak memeriksakan diri. Itu tidak tercatat sebagai penderita kanker serviks,” terang Titis saat ditemui di Kantor Bupati Malang, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya persentase perempuan yang menjalani skrining kanker serviks di Kabupaten Malang ini disebabkan masih banyak yang merasa malu atau takut.
Pemeriksaan menggunakan metode inspeksi visual asetat (IVA) dan pap smear mewajibkan mereka tidur dalam posisi tertentu dan melibatkan orang lain untuk mengambil sampel dari leher rahim perempuan.
Padahal, deteksi dini sangat penting karena kanker serviks bisa disembuhkan apabila belum terlalu parah. Skrining idealnya dilakukan secara rutin seperti setahun sekali atau lima tahun sekali.
“Begitu ketahuan, kan masih dini. Itu lebih mudah untuk ditangani,” kata Titis.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Terkena Gejala Kanker Serviks, Mulai dari Pendarahan hingga Tidak Nafsu Makan
Rendahnya kesadaran serta informasi terkait skrining kanker serviks membuat perempuan-perempuan di Kabupaten Malang baru menjalani pemeriksaan saat kanker sudah masuk stadium tiga atau empat.
Akibatnya, kanker sudah menjalar ke organ tubuh lainnya dan susah ditangani. Oleh sebab itu, tingkat kematian penderita kanker serviks di Kabupaten Malang mencapai 50 persen.
“Setengah dari kasus (kanker serviks) terkonfirmasi meninggal dunia setelah diobati. Banyak yang datang dalam kondisi sudah terlambat,” ucap Titis.
Ia pun mengimbau perempuan di Kabupaten Malang yang berusia 30-69 tahun untuk menjalani skrining kanker serviks di puskesmas terdekat. Ia berharap 70 persen dari target sasaran menjalani skrining dalam waktu dekat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























