Tugumalang.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat ada sekitar 2 ribu anak di Kota Malang yang memiliki resiko stunting.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menyampaikan bahwa ribuan anak beresiko stunting itu berdasarkan data Keluarga Resiko Stunting (KRS) di Kota Malang pada 2025 ini.
“Di kami ada sekitar 2 ribuan keluarga resiko stunting atau KRS. Itu misalnya keluarga yang ada ibu mengandung, ada balita,” ucapnya, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: PKK Desa Ternyang Sumberpucung Berhasil Turunkan Angka Stunting dengan Olahan Daun Kelor dan Ikan Lele
Donny menegaskan bahwa data KRS bukan semata soal keberadaan anak beresiko stunting saja. Namun didalamnya terdapat kondisi kondisi keluarga yang beresiko memiliki anak stunting.
“Misalnya keluarga yang tak punya jamban, itu juga resiko stunting. Kemudian keluarga yang di dalamnya ada orang tuanya meroko, itu anaknya juga resiko stunting,” urainya.
“Hal hal ini yang diintervensi pemerintah supaya ibu hamil, ibu menyusui dan balita itu tercukupi kesehatannya,” kata dia.
Baca Juga: Cara Pemkot Batu Intervensi Gizi dan Cegah Stunting Lewat Gemarikan
Selain penanganan kondisi keluarga, Donny menyebut pemerintah juga telah gencar melakukan intervensi melalui langkah langkah antisipasi terhadap ibu hamil, ibu menyusui hingga balita agar terhindar dari resiko stunting. Mulai dari penanganan kondisi keluarga hingga suplai nutrisi.
“Itu kami intervensi dengan bantuan makanan bernutrisi hingga pendampingan dari petugas pendamping keluarga,” jelasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























