Tugumalang.id – 17 tahun berkecimpung di dunia travel umrah bukanlah waktu yang sebentar bagi H Muhibbin Billah, pemilik Chatour Travel, biro umrah dan haji plus salah satu yang terbesar di Jawa Timur.
Sosoknya konsisten menangani masyarakat yang ingin beribadah di baitullah dengan pelayanan yang baik. Dia sangat tersentuh dengan beberapa masyarakat yang penjadi korban travel umrah bodong.
Baca Juga: Pengusaha Lamongan Eni Windhi Umrahkan 7 Karyawan Lewat Program Pusaka Chatour Travel (11)
Dalam suatu kesempatan, jurnalis dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq sempat mewawancarai sosok yang humble itu di kantornya di Gresik, Jawa Timur. Dalam wawancara berlangsung santai itu, keduanya tampak menikmati secangkir kopi.
Akhir-akhir ini saya melihat baliho besar-besar tentang Chatour Travel di mana-mana, bisa Mas Muhibbin jelaskan soal ini?
Ya, kami sengaja memang menyebar banyak baliho soal informasi haji dan umrah di berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur. Total ada 40 titik baliho yang sudah kami pasang dan akan terus bertambah.
Baca Juga: Rombongan Chatour Travel Mengunjungi Masjid Quba, Masjid Pertama Dibangun Nabi Muhammad SAW (10)
Tujuannya setidaknya ada dua yakni memudahkan akses informasi terhadap umrah yang murah dan terpercaya. Di baliho itukan ada program Pusaka (Paket Umrah Sedekah) yakni umrah hanya 23 juta. Paket ini cocok bagi perusahaan yang ingin mengumrahkan karyawannya, atau kepada yayasan yang ingin mengumrahkan guru ngajinya, atau yang lain.
Tapi, di program ini jama’ah tidak boleh memilih tanggal. Jadi, menyesuaikan jadwal keberangkatan kita.
Mengapa begitu Mas?
Begini. Saya inikan juga usaha charter pesawat, lalu saya charter pesawat itu selain digunakan untuk Chatour Travel, juga digunakan travel lain. Nah, misal untuk penerbangan tanggal 20, ternyata travel yang awalnya memesan 100 kursi, pada tanggal 10 memastikan hanya sanggup memesan 80 karena berbagai kendala.
Inikan saya rugi kalau kursi pesawat tidak terisi. Karena inilah, kami membuka program Paket Umrah Sedekah (Pusaka) ini. Meskipun kami sebenarnya rugi tetap, tapi tidak banyak-banyak. Daripada rugi seat pesawat tak terisi kami rugi besar, mending ada program ini kami rugi tidak terlalu banyak.
Kembali kepada kampanye baliho, apakah ini ada kaitannya dengan banyaknya penipuan yang dilakukan banyak oknum travel?
Iya betul. Masyarakat ini perlu kita selamatkan dari travel tipu-tipu. Karena ketika saya amati mayoritas travel tipu-tipu itu, mainnya di media sosial.
Sangat jarang dan bahkan tidak mungkin, travel tipu-tipu pasang billboard berbayar tersebut. Makanya ini kami lakukan agar informasi terhadap travel yang kredibel tersampaikan, dan tidak ada masyarakat yang kena tipu lagi.
Selain itu, apa tujuan yang lain?
Kedua adalah ingin membangun ingatkan kepada pelanggan Chatour Travel yang sudah pernah Umrah bersama kami. Jika mereka melihat baliho di jalanan, kan mereka akan terkenang memori kalau sudah berangkat dengan kita. Dengan seperti ini, diharapkan mereka akan merekomendasikan ke teman-temannya dan keluarganya untuk umrah bersama kami.
Apalagi, dari hasil survey kami, 68 persen pelanggan kami repeat order atau memesan kembali, itu artinya mereka puas.
Sudah habis berapa Anda pasang baliho tersebut?
Adalah mas. Itu kita juga kolaborasi dengan agen Chatour yang jumlahnya ada 360 agen se Jawa Timur. Jadi prinsip kita kolaborasi dan kebersamaan.
Bagaimana Anda mengukur efektivitas?
Kami mengukurnya melalui telepon yang masuk, dan paket yang terjual ketika kita pameran. Beberapa waktu lalu, kita pameran di Royal Plaza Surabaya, dan kita menjadi pemenangnya dengan closing 46 jama’ah hanya dalam empat hari.
Catatan: wawancara ini adalah bagian dari program Catatan Perjalanan Umrah bersama Chatour Travel. Program ini bertujuan membuka akses informasi terkait umrah, serta diharapkan umat Muslim mulai menata niat dan mengusahakan umrah dan haji sedini mungkin. Program ini juga berharap masyarakat terhindar dari penipuan yang dilakukan agent travel abal-abal. Ini adalah catatan seri ke-2.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A





























