Tugumalang.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi bibit siklon tropis 93S di wilayah selatan perairan Bali dan Nusa Tenggara sejak Kamis (11/12/2025). Secara tidak langsung, bibit siklon tropis ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyebut, hingga saat ini bibit siklon tropis 93S masih aktif dan bergerak ke arah barat daya.
Meski bibit siklon ini cenderung stabil hingga Sabtu (13/12/2025), namun dalam kurun waktu 1-2 hari ke depan, intensitasnya diprediksi semakin meningkat dengan pergerakan secara perlahan semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Baca Juga: Fenomena Gelombang Rossby, Penyebab Banjir Ekstrem di Bali Menurut BMKG
“Potensinya untuk berkembang menjadi siklon tropis berpeluang rendah,” ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun YouTube Info BMKG, Jumat (13/12/2025) sore.

Meski demikian, bibit siklon tropis ini akan memicu potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara selama 1-2 hari ke depan. Potensi cuaca ekstrem di antaranya berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Teuku Faisal menyebut, hujan lebat diprediksi akan melanda bagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Kemudian angin kencang berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur dan Bali.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Wilayah Kota Malang
Sementara gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Bibit siklon tropis juga muncul di Samudera Hindia yang berada di barat daya Lampung. Bibit siklon tropis 91S ini telah terdeteksi sejak Minggu (7/12/2025) dan diperkirakan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.
Namun, bibit siklon tropis ini tetap berdampak pada potensi cuaca ekstrem di wilayah Bengkulu dan Lampung. Bahkan, gelombang tinggi yang diakibatkan bibit siklon tropis ini terjadi hingga perairan Jawa Barat.
“Kedua bibit siklon tropis ini berdampak secara tidak langsung pada kondisi cuaca di Indonesia. Ini perlu kita antisipasi bersama,” kata Teuku Faisal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























