Wawali Sofyan Edi Apresiasi Gerakan Seribu Labu Plasma Konvalesen

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko / Humas Pemkot Malang

MALANG – Wakil Walikota (Wawali) Malang, Sofyan Edi Jarwoko memberikan apresiasi tinggi atas program gerakan seribu labu plasma konvalesen, yang diinisiasi komunitas Plasma Hero.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi dinas antara Wawali Malang, Sofyan Edi Jarwoko dengan komunitas Plasma Hero, di Ruang Kerja Wakil Walikota Malang, Senin (15/03/2021)

Bacaan Lainnya

“Saya ingin Dinas Kesehatan untuk segera berkolaborasi agar kegiatan tersebut segera terrealisasi, karena kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong kita bersama dalam rangka mengatasi Covid-19” ujarnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut adalah Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni. Kemudian Kepala RSUD Kota Malang, Husnul Muarib, Perwakilan dari PDDI Kota Malang dan Perwakilan dari PMI Kota Malang.

Nantinya, pria yang akrab disapa Bung Edi itu menambahkan, Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan akan segera berkoordinasi dengan jajaran TNI / Polri, Perbankan dan pihak swasta lainnya. Tujuannya, bersama-sama menghimbau penyintas COVID-19 di lembaganya masing-masing untuk mengikuti program donor plasma konvalesen ini.

Komunitas Plasma Hero saat diterima Wawali Kota Malang. (dok/humas Pemkot Malang).

“Seperti kita ketahui, donor plasma ini akan sangat membantu pasien COVID-19 untuk dapat segera sembuh dan melewati masa kritisnya, namun tidak semua penyintas dapat mendonorkan plasmanya, harus dilakukan skrining terlebih dahulu” sambung dia.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan segera mengambil langkah sehingga kegiatan ini dapat segera terlaksana mengingat tingginya kebutuhan akan plasma konvalesen ini.

Sementara itu, Founder Plasma Hero, dokter Ariyani mengatakan bahwa Kota Malang menjadi salah satu daerah yang turut serta dalam gerakan berskala nasional tersebut.

“Jadi kami akan mencanangkan Gerakan Nasional Seribu plasma di Malang, nanti mohon supportnya dari Pemkot Malang, serta dari PMI juga” katanya.

Baca Juga  Antisipasi Ancaman Terorisme, 3 Gereja Besar Disterilisasi

Ariyani mengatakan, dari proses treatment pasien COVID-19 yang dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, efektivitas penyembuhan pasien positif dengan pemberian donor plasma konvalesen sebesar 80 persen.

“Kalau di Malang itu efektifitasnya hampir 80 hingga 90 persen kesembuhannya. Makanya itu dengan gerakan ini, dari juga membantu penelitian di berbagai tempat” katanya.

Disamping itu, Walikota Malang Sutiaji yang juga penyitas COVID-19 merespon positif gerakan plasma tersebut.

“Sejak awal Saya sudah berinisiatif untuk kegiatan ini dan secara teknis juga berkomunikasi dengan dr. Kohar (Direktur RSSA Malang) dan juga dr. Putu selaku inovator penyembuhan dengan donor plasma,” tandas Sutiaji (ads)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *