Malang, Tugumalang.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia menggelar workshop bertajuk Global Talent Day 2025 di Harris Hotel & Conventions Malang pada Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membuka wawasan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan internasional yang mengincar calon pekerja migran.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM RI, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak oknum agensi ilegal yang menipu masyarakat dengan janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri.
“Misalnya dengan mengiming-imingi gaji besar, ternyata jenis pekerjaannya tidak sesuai. Bahkan banyak yang akhirnya menjadi operator judi online (judol), scammer, hingga korban perdagangan manusia (human trafficking),” jelas Leontinus.

Ia juga mencontohkan kasus nyata para korban penipuan yang dijebak menjadi online scammer di Myanmar setelah tertipu iklan lowongan kerja fiktif di media sosial, terutama Facebook.
Waspadai Modus Kejahatan Internasional Berkedok Lowongan Kerja
Sebagai bentuk pencegahan, Kemenko PM menginisiasi penyelenggaraan Global Talent Day 2025 sebagai forum edukasi dan kolaborasi. Acara ini diikuti oleh berbagai pihak, seperti calon pekerja migran, lembaga pendidikan vokasi, balai latihan kerja (BLK), serta perusahaan penyalur tenaga kerja resmi.
“Kita harus aktif memberikan sosialisasi yang benar dan valid. Misalnya bagaimana sistem kerja di Jepang, informasinya harus jelas dan terpercaya. Modus-modus kejahatan internasional seperti ini harus terus diedukasi agar tidak ada lagi korban,” tambahnya.
Baca juga: Imigrasi Indonesia dan Kamboja Sepakat Cegah Perdagangan Orang
Melalui Global Talent Day 2025 ini, Leontinus berharap masyarakat yang memiliki mimpi untuk bekerja di luar negeri bisa mendapatkan banyak wawasan atau informasi informasi yang valid, termasuk informasi budaya kerja di luar negeri hingga persiapan kerja di luar negeri.
Dalam Global Talent Day 2025, pihaknya juga menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti dari International Organization for Migration (IOM), Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia hingga lembaga pendidikan dan industri untuk penguatan kapasitas maupun wawasan dunia kerja internasional.
Sementara itu, Perwakilan Kedutaan Jepang untuk Indonesia, Fujiyama Kakeru yang turut mengisi acara tersebut menyampaikan bahwa peluang kerja di Jepang cukup besar. Ia mengakui bahwa saat ini Jepang tengah dilanda krisis tenaga kerja di bidang keperawaran lansia, pertanian, perhotelan, perikanan hingga industri manufaktur.
Baca juga: Bantuan Kemanusiaan! 552 Truk Bantuan Masuk Gaza Usai Gencatan Senjata Hamas – Israel
Baginya, bekerja di luar negeri bukan keputusan yang mudah. Maka masyarakat perlu wawasan yang kuat soal regulasi, prosedur hingga proses kerja di luar negeri sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.
“Jadi tujuan sosialisasi ini (Global Talent Day) juga untuk memahamkan bagaimana budaya kerja di Jepang hingga cara menikmati kehidupan di lingkungan baru. Pekerja juga harus menikmati hidup juga,” urainya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Redaktur: jatmiko





























