Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Waspada Demam Berdarah di Musim Pancaroba

Redaksi by Redaksi
Desember 16, 2023 7:38 pm
in News
Dokter Anak Suspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Persada Hospital Malang, dr Irene Ratridewi. (Foto/M Sholeh)

Dokter Anak Suspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Persada Hospital Malang, dr Irene Ratridewi. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Potensi merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu diwaspadai oleh semua elemen masyarakat. Sebab serangan wabah DBD pada umumnya akan meningkat saat musim pancaroba tiba.

Dokter Anak Suspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis Persada Hospital Malang, dr Irene Ratridewi menjelaskan bahwa kasus DBD memang masih ada di sepanjang tahun baik musim penghujan maupun musim kemarau.

READ ALSO

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

“Tapi saat pancaroba gini biasanya akan ada peningkatan kasus DBD,” ucapnya usai mengisi acara Meet the Expert bertajuk ‘Waspada DBD pada Musim Pancaroba’ di Persada Hospital Malang pada Sabtu (16/12/2023).

Baca Juga: Hingga Oktober 2022, Dinkes Kabupaten Malang Catat 877 Kasus Demam Berdarah

Menurutnya, kasus kematian akibat wabah DBD secara nasional mencapai ratusan kasus di tahun ini. Namun dikatakan, di Kota Malang belum ditemukan kasus kematian akibat DBD sejak 6 bulan terakhir.

Secara umum, kata Irene, kasus kematian akibat DBD seperti gunung es. Paling banyak ditemukan pada pasien yang tak bergejala, lalu diikuti oleh gejala ringan dan berat. Kasus kematian pada pasien tak bergejala ditengarai akibat terlambat penanganan atau perawatan medis.

Baca Juga: Per Oktober 2022, Tercatat 600 Kasus Demam Berdarah di Kota Malang

Dia menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat di Malang sudah tau cara penanganan pertama saat keluarganya terjangkit DBD. Terlebih, data pasien DBD yang dirujuk ke rumah sakit rujukan akhir akhir ini menunjukkan bahwa pasien yang berobat atau datang ke rumah sakit, datang di saat yang tepat.

“Yang bahaya itu pasien yang belum pernah tertangani lalu langsung ke rumah sakit rujukan. Tapi kondisinya sudah parah, sudah dingin di rumah lebih dari 1 hari, mulai gak sadar, berdarah banyak. Itu sudah parah,” ungkapnya.

Irene menjelaskan bahwa orang yang terkena gejala DB biasanya ditandai dengan demam yang tinggi secara mendadak dan disertai dengan pusing, mual serta lainnya.

“DB itu ada ciri khasnya, demamnya tinggi mendadak. Jadi misal pagi sehat tapi siang pulang pusing nyeri otot, mual, itu biasanya gejalanya, dengan demam tinggi,” katanya.

Dikatakan, pertolongan pertama bagi orang bergejala DB adalah minum air putih sebanyak banyaknya agar tidak dehidrasi. Namun, apabila hal ini masih terjadi mual atau muntah maka harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Kasih cairan (air putih) sebanyak banyaknya, tapi kalau masih mual atau muntah harus dirawat di rumah sakit,” bebernya.

Meski tingkat kematian sudah rendah, Irene menyampaikan bahwa masyarakat tetap perlu mewaspadai DBD. Sebab bagi yang belum memahami, penyakit ini cukup berbahaya jika tak segera tertangani. Terutama bagi pasien DBD yang demamnya sudah turun namun kondisi tubuhnya justru lemas.

“Jadi kalau semakin parah, maka komplikasinya juga akan makin bahaya. Sehingga perawatan di rumah sakit juga akan lebih panjang jika terlambat datang ke RS. Pemulihan dan stabilitasinya makin panjang. Sehingga harusnya 7-10 hari maksimal sembuh, itu bisa sampai 2-3 minggu,” bebernya.

Irene menjelaskan bahwa penyebaran DBD bisa terjadi saat seseorang bepergian di tempat rawan penyebaran DBD. Salah satu lokasi rawan penyebaran DBD menurutnya adalah permukiman padat di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

“Pancaroba itu sebetulnya hujan terus atau panas terus gak masalah. Tapi kalau ada genangan air yang dibiarkan itu bisa memberi kesempatan nyamuk berkembang biak. Bukan di genangan air kotor aja, yang bersih juga potensi. Jadi yang bahaya itu daerah DAS,” tuturnya.

Dalam teori segitiga epidemologi, Irene menyampaikan bahwa penyakit komunitas seperti DBD ini berkaitan erat dengan lingkungan, inang atau manusia dan virus atau penyebab penyakit.

“Jadi kita harus menggoyang 3 ini supaya tidak terjangkit. Penanganan lingkungan dengan dilakukan 3M, fogging, pasang net atau kelambu dan lainnya,” kata dia.

Kemudian memperkuat daya tahan inang atau manusia. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi sebagai tameng virus. Namun kata Irene, formula pembasmi penyebab penyakit atau virus DBD hingga saat ini masih dikembangkan.

 

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: demam berdarahkota malangPancaroba

Related Posts

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
42dc89d5 Adcc 4908 8e53 0c98de78d5d8
News

Panas! Sopir Angkot di Kota Malang Mengadu ke Dewan, Tolak Bus Trans Jatim Koridor 2

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Kemeriahan Grand Final Putra Putri Fakultas Hukum Unisma 2023

Kemeriahan Grand Final Putra Putri Fakultas Hukum Unisma 2023

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.