Tugumalang.id – Warga Kota Malang, Arya Dega membuat gebrakan baru di dunia telekomunikasi. Bersama komunitas yang ia dirikan, Arya mengembangkan MeshNode WRS (Warning Relay System), sistem notifikasi gempa pertama di Indonesia yang tetap dapat menyebarkan informasi meski tanpa internet maupun jaringan seluler.
Arya Dega sebagai Pendiri Komunitas MeshNode Indonesia menjelaskan bahwa sistem ini dirancang sebagai jalur alternatif distribusi informasi kebencanaan ketika akses komunikasi konvensional mengalami gangguan atau terjadi situasi darurat.
“Sistem ini bukan peringatan dini gempa. Informasi dikirim setelah data resmi dirilis oleh BMKG. Fokus kami adalah memastikan informasi tetap bisa diterima meskipun jaringan internet atau seluler terganggu,” Arya, Senin (5/5/2026).
Baca Juga: 27 Ribu Warga Kota Malang Menganggur
Menurutnya, sistem MeshNode WRS ini bekerja dengan mengambil data gempa resmi dari BMKG, lalu meneruskannya kepada pengguna melalui jaringan mesh berbasis Meshtastic.
Teknologi jaringan mesh memungkinkan informasi bergerak secara device-to-device, tanpa harus bergantung pada BTS ataupun operator telekomunikasi. Selama masih ada node aktif, informasi tetap dapat diteruskan meski tanpa koneksi internet.
Keunggulan inilah yang membuat MeshNode WRS dinilai relevan untuk digunakan saat terjadi bencana alam dan ketika akses komunikasi konvesnsional mengalami kendala.
Baca Juga: Hampir 10 Ribu Warga Kota Malang Dinonaktifkan dari Kepesertaan PBI BPJS Kesehatan
Tak hanya memuat informasi gempa, sistem ini juga dapat menyertakan keterangan potensi tsunami berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG.
Pengembangan MeshNode WRS melibatkan kolaborasi lintas daerah. Sejumlah pengembang yang terlibat antara lain Indra Lesmana dari Bandung, Budi Kurniawan dari Padang dan Yoga Sakti dari Klaten.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan distribusi data berbasis mesh yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh komunitas.
MeshNode Indonesia juga membuka partisipasi publik bagi siapa pun yang ingin ikut mengembangkan maupun menggunakan sistem ini.
Diskusi teknis dan panduan penggunaan dapat diakses melalui forum Discord ‘Ruang Diskusi Bersama’, khususnya pada kanal #server-mqtt-map. Komunitas ini juga mengupdate informasi informasi terbaru mengenai pengembangan proyek melalui akun Instagram @meshnodeid.
Sebagai komunitas yang berfokus pada pengembangan jaringan komunikasi masa depan berbasis teknologi terbuka, MeshNode Indonesia menilai sistem alternatif seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan komunikasi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Dengan hadirnya MeshNode WRS, kami berharap informasi kebencanaan tetap dapat dijangkau masyarakat luas, meski dalam kondisi darurat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















