Malang, Tugumalang.id – Di tengah kondisi bisnis yang semakin penuh ketidakpastian, para pemimpin dituntut untuk merancang peran dan fungsi kepemimpinan yang tangguh dan adaptif.
Hal tersebut ditegaskan business coach Dr Imam Muhajirin Elfahmi atau Coach Fahmi dalam kegiatan Ground Leadership Coaching (GLC) angkatan ke-22 yang digelar di Camp King Sulaiman, Selasa (11/8/2026).
Dalam paparannya, Coach Fahmi menyoroti berbagai tantangan berat yang dihadapi para pelaku usaha saat ini. Menurutnya, situasi bisnis berada dalam kondisi yang amat dinamis dan berisiko tinggi.
“Kondisi yang kita hadapi adalah chaotic. Kita ada di dalam lingkungan bisnis yang chaotic (kacau), anarkistik, bahkan mungkin toxic, dangerous, dan darkness,” ujar Coach Fahmi.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi seorang pemimpin pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis. Pertama, situasi yang hadir secara tidak sengaja (by accident). Kedua, situasi yang memang dirancang (by design).
“Peran kepemimpinan itu ada yang by design dan by accident,” jelasnya.
Baca juga: Menembus Arus Digital: Pandangan Coach Fahmi tentang Masa Depan dan Challenge Pelaku UMKM Indonesia
Untuk menghadapi lingkungan yang chaotic dan tak terkendali tersebut, Coach Fahmi menegaskan pentingnya memiliki model kepemimpinan resilient-adaptive (tangguh dan adaptif).
Kepemimpinan ini bertujuan membawa perubahan dari kekacauan tak terkendali menjadi sesuatu yang terarah by design demi menciptakan kepemimpinan yang sukses.
“Tantangannya adalah mendesain peran dan fungsi kepemimpinan yang menantang, agar kita punya signifikansi, impact, dan kontribusi bagi kehidupan, baik kehidupan organisasi maupun kehidupan kita masing-masing,” tambahnya.
Selain membahas kondisi lingkungan bisnis, Coach Fahmi juga memaparkan konsep 3Xers Leader dan 10Xers Leader yang diadaptasi dari hasil riset peneliti manajemen terkemuka, Jim Collins.
Konsep ini membedakan bagaimana seorang pemimpin mampu menggandakan pertumbuhan organisasinya hingga tiga kali lipat dan 10 kali lipat.
Untuk menjadi seorang 3Xers Leader, Coach Fahmi menekankan bahwa seorang pemimpin wajib mengunci mindset utamanya yang diawali dengan passion.
Baca juga: Agar Hidup Berubah, Coach Fahmi: Cukup 1 Persen Perubahan Setiap Hari
Ia menjelaskan, passion bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan dorongan intrinsik yang mendalam.
3Xers Leader memilih mindset yang mencakup gairah, hasrat, ambisi, dorongan (driving), gejolak jiwa, hingga rasa gelisah terhadap kondisi di sekitarnya.
Pemimpin dengan mindset ini juga mampu membangun fondasi dasar untuk melipatgandakan impact, signifikansi, dan hasil bisnis secara konsisten.
“Anda akan menjadi pemimpin yang bisa menggandakan (hasil) tiga kali lipat apabila memiliki mindset-mindset ini,” pungkas Coach Fahmi di hadapan para peserta.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























