Malang, Tugumalang.id – Suasana SMPN 18 Kota Malang tiba-tiba memanas pada Jumat (25/9/2026). Ratusan siswa dan sejumlah orang tua melakukan aksi protes dan menuntut kepala sekolah dicopot. Hal itu buntut dugaan kekerasan fisik yang dilakukan kepala sekolah kepada sejumlah siswa.
Poster-poster aspirasi juga bertebaran di lingkungan sekolah. Salah satunya bergambar kepala sekolah dan bertuliskan, “Jangan Bikin Malu, Silahkan Pergi dan Angkat Kaki dari Sekolah Ini!!”.
Terpantau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Pj Sekda Kota Malang langsung turun tangan. Keduanya memediasi ketegangan antara siswa dan orang tua dengan pihak kepala sekolah.
Baca juga: Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Tuntaskan MPLS, Jaga Aset Negara, dan Perkuat Dokumentasi
Salah satu orang tua siswa, Ruli, mengatakan anaknya mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan. Alasannya, sang anak tidak mengenakan pakaian lurik.
“Anak saya enggak pakai baju lurik, soalnya kan masih dijahit karena sobek. Terus itu tempeleng tiga kali, dicubit perutnya sama dijewer,” ungkapnya ditemui di sekolah.
“Nah ini anaknya sempat pusing karena agak keras nempelengnya,” imbuhnya.
Baca juga: Lantik 117 Kepala Sekolah, Bupati Malang Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying
Kepala sekolah disebut juga melontarkan perkataan tak menyenangkan, yakni “Ayahmu gak punya uang ya”.
Dikatakan, kepala sekolah tak menunjukkan iktikad baik saat dilakukan mediasi bersama para orang tua siswa yang disaksikan Kepala Disdikbud dan Pj Sekda Kota Malang.
“Tadi udah ketemu kepala sekolahnya. Kayak gak merasa bersalah. Minta maaf tapi enggak merasa bersalah, malah tambah arogan, membentak wali murid,” ungkapnya.
Dikatakan, para wali murid juga berencana melaporkan kepala sekolah ke Polresta Malang Kota. “Sepertinya mau lapor ke Polresta hari ini,” ujarnya.
Aktivitas Belajar Mengajar Terhenti
Kepala Disdikbud Kota Malang dan Pj Sekda Kota Malang tampak melakukan pengarahan tertutup kepada jajaran SMPN 18 Malang pascamediasi.
Sementara itu, suasana sekolah terpantau tak ada aktivitas belajar mengajar. Para siswa juga tampak masih berada di lingkungan sekolah, bahkan di depan gerbang sekolah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































