Malang, Tugumalang.id – Pemimpin tidak cukup hanya mampu mengelola bisnis atau organisasi. Kepemimpinan juga harus mampu menciptakan perubahan, membangun kehidupan, serta memberikan dampak nyata bagi orang-orang di sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Business Coach, Dr Imam Muhajirin Elfahmi atau Coach Fahmi dalam kegiatan Majelis Peradaban Gemilang yang digelar di Camp King Sulaiman, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan delapan narasumber yang merupakan pengusaha sukses sekaligus alumni Grounded Business Coaching (GBC).
Di hadapan ratusan peserta, Fahmi mengatakan setiap pemimpin harus terus bertumbuh dan memiliki orientasi yang jelas. Pemimpin harus tahu apa yang akan dilakukan setelah mencapai satu tahap dalam perjalanan kepemimpinannya.
“Setelah kita menyimak delapan paparan yang luar biasa tadi, pertanyaannya hanya satu, yaitu what’s next,” kata Imam.

Menurutnya, kepemimpinan yang paripurna tidak hanya diukur dari keberhasilan mencapai target organisasi atau bisnis. Seorang pemimpin juga harus mampu menghadirkan kesuksesan sekaligus kebahagiaan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
“Kalau pemimpin menghasilkan segala hal, tapi tidak menghasilkan kesuksesan dan kebahagiaan, maka kepemimpinannya tidak paripurna,” ujarnya.
Baca juga: Coach Fahmi Tekankan Kepemimpinan Resilient-Adaptive di Tengah Bisnis Chaotic
Pemimpin Harus Mengasihi dan Mengasuh
Imam menekankan pentingnya pemimpin untuk mengasihi sekaligus mengasuh orang-orang di sekitarnya. Menurut dia, kepemimpinan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh orang yang paling membutuhkan dampak dari keberadaan seorang pemimpin.
Ia mencontohkan seorang pemimpin bisnis yang tidak hanya bertanggung jawab terhadap perusahaan, tetapi juga harus membina karyawan, mitra, reseller, hingga pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mengasuh stakeholder agar bisa memberikan dampak positif.
Ia menambahkan, pemimpin harus memiliki energi untuk terus bergerak, bertumbuh, dan mengejar visi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap pemimpin perlu memiliki daftar target maupun impian jangka panjang sebagai arah perjuangan.

Salah satu narasumber yang dihadirkan di majelis ini, Presiden Direktur PT Berdaya Dinegeri Sendiri, Coach Hendra Eka Putra, menyoroti pentingnya kompetensi seorang pemimpin dalam mengelola organisasi dan bisnis. Ia mengingatkan bahwa ada dua kelompok orang yang berpotensi gagal, yakni mereka yang bertindak tanpa berpikir dan mereka yang terus berpikir tetapi tidak pernah bertindak.
“Maka kita hari ini di sini, kita menjadi golongan yang ketiga, yaitu orang yang berpikir dan juga bertindak,” kata Hendra.
Baca juga: Menembus Arus Digital: Pandangan Coach Fahmi tentang Masa Depan dan Challenge Pelaku UMKM Indonesia
Menjaga Keseimbangan dalam Kepemimpinan
Ia kemudian menjelaskan konsep batasan dalam manajemen yang dikaitkan dengan pemikiran Rosabeth Moss Kanter. Menurutnya, kepemimpinan harus mampu menjaga keseimbangan antara kontrol, kebebasan, partisipasi, dan kompetensi.
Kontrol yang berlebihan dapat berubah menjadi tirani sehingga menghambat pertumbuhan anggota organisasi. Sebaliknya, organisasi yang terlalu dibiarkan tanpa aturan dapat terjerumus ke dalam anarki atau fraud.
Partisipasi juga diperlukan, tetapi harus tetap memiliki batas agar pengambilan keputusan tidak berlarut-larut. Sementara itu, kompetensi pemimpin menjadi faktor penting agar organisasi tidak kehilangan arah.
“Leadership berada di tengah-tengah itu. Berarti dia tidak boleh kontrol terlalu kuat karena dia akan masuk kepada tirani, atau dia tidak boleh dibiarkan karena akan terjadi anarki atau fraud,” jelas Hendra.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























