Jakarta, Tugumalang.id – Perpustakaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membuka akses bagi masyarakat umum yang membutuhkan referensi terkait pencucian uang hingga pendanaan terorisme.
Perpustakaan yang berlokasi di Kantor PPATK, Jakarta Pusat, tersebut dapat dikunjungi setiap Senin hingga Jumat pukul 07.00–16.00.
Perpustakaan PPATK memiliki sekitar 9.600 eksemplar atau 5.600 judul buku. Sekitar 70 persen koleksinya merupakan literatur yang berkaitan dengan pencucian uang, sesuai dengan tugas dan fungsi PPATK.
Koleksi perpustakaan juga mencakup buku mengenai terorisme dan proliferasi senjata. Selain itu, tersedia koleksi sastra, buku ilmiah, dan nonfiksi lainnya.
Perpustakaan PPATK berdiri bersamaan dengan berdirinya PPATK pada 2002. Perpustakaan tersebut berfungsi mendukung tugas, fungsi, dan visi-misi PPATK. Karena itu, sebagian besar koleksinya merupakan buku mengenai pencucian uang.
Kepala Perpustakaan PPATK Dewi Yulianti mengatakan, perpustakaan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai internal PPATK. Masyarakat umum, akademisi, hingga mahasiswa dapat memanfaatkan koleksi dan fasilitas yang tersedia.
“Perpustakaan PPATK itu terbuka untuk semua pihak yang membutuhkan literatur tentang anti pencucian uang dan pendanaan terorisme,” kata Dewi saat ditemui wartawan Tugu Malang ID, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kenali dan Waspadai Tindak Pencucian Uang sebagai Jalan Korupsi
Dewi menyebut mahasiswa menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cukup sering memanfaatkan layanan Perpustakaan PPATK. Mahasiswa Fakultas Hukum kerap mencari referensi di sana.
“(Pengunjung) eksternal itu kebanyakan dari mahasiswa, terutama mahasiswa hukum. Sering cari referensi di sini,” ujarnya.
Pengunjung yang baru pertama kali datang tidak diwajibkan menjadi anggota untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Masyarakat dapat datang langsung dan nantinya diarahkan petugas di bagian resepsionis.
Dewi menyebut anggota yang bukan pegawai PPATK bisa meminjam maksimal tiga buku dengan durasi hingga 14 hari. Persyaratan peminjaman di antaranya menunjukkan KTP atau identitas diri lainnya.
“Kami juga ada layanan referensi untuk menjelaskan buku-buku apa saja yang ada di sini. Nanti bisa dibantu oleh pustakawan atau tim yang menjaga di sini,” jelas Dewi.
Baca juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Buka Klarifikasi
Apabila tidak bisa datang langsung, masyarakat masih bisa mengakses koleksi digital melalui aplikasi PPATK Digital Perpustakaan. Namun, untuk menjadi anggota perpustakaan digital, masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui email kepada pihak perpustakaan.
Setelah permohonan disetujui, pengguna baru bisa memperoleh akses terhadap koleksi digital yang tersedia. Sementara itu, katalog lengkap perpustakaan dapat diakses melalui laman resmi Perpustakaan PPATK.
Selain menyediakan koleksi buku, aktivitas perpustakaan juga mencakup berbagai program literasi. Kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di ruang perpustakaan, tetapi juga dilakukan di lokasi lain melalui kegiatan seperti pekan literasi, talkshow, dan webinar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






























