Tugumalang.id – Polemik rencana pembangunan jalan tembus yang akan melintasi Perum Griya Shanta Kota Malang tak kunjung menemui titik terang. Sebagian warga menolak, sebagian sepakat. Kini, warga setempat mendesak keterbukaan informasi yang utuh soal visi rencana jalan tembus itu.
Warga Perum Griya Shanta telah menggugat Pemkot Malang atas rencana pembongkaran tembok perumahan yang hendak dijadikan akses jalan tembus. Proses hukum saat ini terus berlangsung di Pengadilan Negeri Malang dan memasuki tahap mediasi.
Baca Juga: Aliansi Pro Publik Buka Suara Soal Pembongkaran Tembok Griya Shanta Malang
Ketua RT 5 RW 12, Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa warga merasa belum mendapatkan penjelasan yang utuh dari Pemkot Malang terkait rencana jalan tembus itu.
“Warga merasa tidak mendapatkan pemaparan yang jelas. Padahal yang dibutuhkan itu komunikasi dua arah yang terbuka,” kata Hakim, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, perlu adanya dialog yang transparan untuk mengambil keputusan strategis. Ia juga menekankan, keterbukaan informasi juga penting untuk dijunjung tinggi.
Hakim menegaskan bahwa pihaknya tak anti pembangunan. Namun ia memandang ada proses komunikasi dan sosialisasi yang tak berjalan optimal.
Baca Juga: Ratusan Massa Desak Pemkot Malang Tuntaskan Pembangunan Jalan Alternatif Candi Panggung
“Pemkot punya kepentingan pembangunan, warga juga punya kebutuhan. Dua hal ini seharusnya bisa bertemu di satu titik temu, tentu dalam komunikasi yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 1 RW 12, Hendi Suryo Leksono mengatakan bahwa dampak polemik jalan tembus itu terasa di seluruh RW meski wilayahnya tak berbatas langsung dengan lokasi konflik.
“RW 12 itu ada delapan RT, yang berbatasan langsung di RT 8, tapi dampaknya dirasakan semua warga,” ungkapnya.
Hendi berharap konflik ini dapat diselesaikan secara bijaksana. Baginya, menentukan jalan tengan perlu dilakukan agar konflik ini tak berlarut larut.
Ia melihat, komunikasi warga dengan pihak kelurahan hingga dinas terkait mulai terputus. Padahal, warga ingin mendapat informasi utuh soal misi pembangunan jalan tembus itu.
Sedangkan isu adanya kepentingan lain dibalik jalan tembus itu terus berhembus di tengah masyarakat. Mulai dari isu pembangunan hunian tower hingga perumahan.
“Tentu pihak yang berkepentingan tau informasi yang benar seperti apa. Itu yang ingin kami dengar langsung penjelasan resminya,” kata dia.
Dia juga meminta adanya pertemuan dengan para pemilik lahan di sekitar jalan tembus yang diduga hendak dijadikan hunian baru. Mengingat, Perum Griya Shanta juga terdapat sekolahan yang berpotensi terdampak jika ada jalan umum baru.
“Warga tidak serta merta menolak. Yang diminta itu dialog terbuka dan transparansi,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























