Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang memastikan ketersediaan bahan pokok hingga bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Masyarakat pun diimbau tidak khawatir ataupun melakukan panic buying di tengah isu global yang berkembang, termasuk memanasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran memimpin langsung pemantauan ketersediaan sejumlah komoditas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Rabu (11/3/2026).
Pemantauan dilakukan di berbagai titik distribusi dan perdagangan. Mulai dari Pasar Sawojajar, pusat perbelanjaan modern, distributor bahan pokok, gudang Bulog, hingga depo Pertamina.
Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

Wahyu Hidayat menegaskan, hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok penting di Kota Malang masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Ia meminta masyarakat tidak panik menjelang Idul Fitri 2026 karena stok kebutuhan pokok maupun energi masih mencukupi.
“Masyarakat tidak perlu panic buying. Kami sudah keliling mulai pasar, distributor, Bulog sampai Pertamina dan dipastikan ketersediaan BBM, LPG, serta bahan pokok penting semuanya aman,” ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Malang Panggil SPPG Usai Ramai Temuan Belatung di Menu MBG
Menurutnya, sempat beredar isu mengenai potensi kelangkaan BBM yang dikaitkan dengan situasi geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung, kondisi tersebut tidak terjadi di Kota Malang.
“Kalau ada yang kosong itu hanya proses penggantian saja. Bahkan sebelum 20 hari biasanya sudah terisi kembali. Jadi tidak sampai terjadi kelangkaan BBM,” imbuhnya.
Stok Beras Bulog Aman hingga 10 Bulan
Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman. Berdasarkan data dari Bulog, stok beras yang tersimpan di gudang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan ke depan.
Wahyu menyebut, meskipun pada beberapa merek tertentu sempat terjadi keterbatasan di pasaran, harga beras secara umum masih relatif stabil.
Saat ini harga beras di pasaran Kota Malang berada pada kisaran Rp72 ribu hingga Rp76 ribu untuk kemasan 5 kilogram.
“Dari Bulog juga sudah siap menyalurkan SPHP dan bantuan pangan beras. Jadi stok benar-benar aman,” katanya.
Warung Tekan Inflasi Disiapkan Jaga Stabilitas Harga
Sebagai langkah menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran, Pemkot Malang juga berencana kembali mengoperasikan program Warung Tekan Inflasi (WTI). Program ini menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Wali Kota Malang Usulkan Pembangunan Skywalk Kayutangan dan Suhat ke Bank Dunia
Melalui program tersebut, pemerintah dapat melakukan intervensi harga secara langsung di pasar agar lonjakan harga komoditas tertentu dapat ditekan.
“Kami akan lihat daerah mana yang harga cabainya lebih murah. Kita beli di sana lalu dijual di Warung Tekan Inflasi agar harga di pasar bisa ikut turun,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























