Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Kota Malang siap mendukung penerapan program strategis nasional Waste to Energy (WtE) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Malang Raya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat bersama antara tiga kepala daerah se-Malang Raya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Hanif Faisol Nurofiq, pada Senin (18/8/2025).
Hanif Faisol menjelaskan, Malang Raya menghadapi tantangan sampah yang serupa dengan banyak daerah lain di Indonesia. Namun, menurutnya, kawasan ini cukup potensial untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui program Waste to Energy.
“Malang Raya bisa menjadi salah satu percontohan nasional penerapan Waste to Energy karena memiliki kapasitas sampah yang mencukupi serta dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Baca juga: Wali Kota Malang Kukuhkan 870 Pramuka Garuda, Jadi Inspirasi Generasi Muda
Kajian Akademisi Universitas Brawijaya
Untuk memastikan keberhasilan program ini, Universitas Brawijaya akan dilibatkan dalam kajian akademis. Kajian tersebut akan meneliti aspek teknis, lingkungan, hingga penentuan lokasi pembangunan Waste to Energy, apakah nantinya ditempatkan di Kota Malang, Kabupaten Malang, atau Kota Batu.
Komitmen Kota Malang
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan kesiapannya mendukung penuh program tersebut sebagai bagian dari sinergi antar daerah di Malang Raya dalam mengatasi persoalan sampah.
“Tentu kami siap mendukung. Namun, nantinya Universitas Brawijaya yang akan mengkaji lebih lanjut terkait lokasi mana yang paling tepat untuk pembangunan Waste to Energy,” kata Wahyu.
Baca juga: Wali Kota Malang dan Polresta Malang Kota Resmikan Aplikasi Jogo Ngalam, Layanan Keamanan Lewat Ponsel
Menurutnya, Waste to Energy merupakan program arahan Presiden Prabowo dalam menyelesaikan persoalan sampah di daerah. Danantara menurutnya juga akan terlibat dalam program ini.
“Tadi disampaikan juga bahwa Danantara akan ikut juga untuk mengelola. Jadi akan membentuk badan usaha, pengelolaan persampahan PSEL,” urainya.
Bicara soal energy listrik, Wahyu menyebutkan bahwa proyek ini nantinya juga akan melibatkan PLN. Ia juga menegaskan proyek ini akan digelontor anggaran melalui APBN.
“Proyeksinya, tahun ini segera. Pak Presiden minta tahun ini selesai,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























