Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu menegaskan perang terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) lewat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak yang dipusatkan di Kelurahan Sisir, tepatnya di wilayah RW 9, RW 10, dan RW 12, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman sebagai respons proaktif pemerintah daerah dalam menjaga tren penurunan kasus DBD agar tidak kembali melonjak.
Didampingi Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman dan jajaran Dinas Kesehatan, mereka menyusuri gang-gang pemukiman warga untuk memastikan lingkungan bebas dari jentik nyamuk.
Baca Juga: Puluhan Warga Kota Batu Terpapar Demam Berdarah dan Chikungunya
Dalam hal ini, Nurochman menekankan bahwa fogging (pengasapan) bukanlah solusi utama. Kunci paling efektif dalam memutus mata rantai nyamuk Aedes aegypti adalah melalui gerakan 3M Plus yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat di lingkup rumah tangga.
“Penurunan kasus di tahun 2025 patut kita syukuri, tapi jangan sampai lengah. PSN harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan rutin dari rumah masing-masing. Kunci keberhasilannya ada pada partisipasi aktif masyarakat, bukan sekadar tugas petugas kesehatan,” tegas Cak Nur.
Gerakan 3M Plus sendiri meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tangki atau wadah air dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan hingga juga bisa menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menggunakan losion anti-nyamuk.
Baca Juga: Dinkes Kota Batu Gencarkan 5 Pola Pencegahan Guna Tekan Angka Kasus Demam Berdarah
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batu, pola infeksi Dengue di wilayah ini cenderung mengikuti siklus tiga tahunan. Kabar baiknya, upaya kolektif selama setahun terakhir membuahkan hasil signifikan.
Pada tahun 2025, tercatat angka infeksi berhasil ditekan hingga menyentuh angka 169 kasus. Meski menurun, Kelurahan Sisir tetap menjadi perhatian khusus mengingat padatnya pemukiman yang memiliki risiko transmisi lebih tinggi jika sanitasi lingkungan tidak terjaga.
Dalam kesempatan itu, Cak Nur juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyapa warga rentan. Ia mengunjungi rumah-rumah penderita penyakit paliatif, balita yang terindikasi stunting, serta para lansia di Kelurahan Sisir.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bantuan kesehatan dan pendampingan gizi dari pemerintah daerah berjalan tepat sasaran.
Di sela peninjauan, ia secara simbolis menyerahkan Paket PSN kepada para Ketua RW setempat sebagai stimulan agar warga semakin semangat melakukan kerja bakti rutin.
Kegiatan PSN serentak ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Pemerintah Kota Batu menargetkan budaya “Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)” dapat terwujud secara mandiri di setiap keluarga.
”Dengan lingkungan yang bersih dan kesadaran warga yang tinggi, Kota Batu optimis dapat menyongsong tahun 2026 dengan angka kasus DBD yang jauh lebih rendah atau bahkan nol kasus (zero case),” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























