Saturday, July 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Tumbuh dari Keluarga Aktivis, Dekan Psikologi UM Warisi Sikap Kritis, Kepedulian, dan Berbicara Tantangan Psikologi di Masa Depan

Redaksi by Redaksi
August 25, 2024 6:26 am
in Insight
Dekan Psikologi UM

Dekan Fakultas Psikologi UM, Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si merawat sikap kritis, kepedulian, dan tantangan psikologi di masa depan./Foto: Tangkapan layar podcast Tugu Inspirasi.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Tumbuh dari keluarga berlatar belakang sebagai aktivis sosial dan pendidikan menempa Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Tutus Chusniyah, S.Psi, M.Si mewarisi sikap kritis dan kepedulian terhadap masyarakat. Menghabiskan masa kecil di Lumajang, Jawa Timur, perempuan yang akrab disapa Tutut itu melihat langsung bagaimana aktivitas bapak ibunya aktif mengajar di sekolah yang didirikan oleh kedua orang tuanya.

Dalam podcast Tugu Inspirasi, ia menceritakan bagaimana kedua orang tuanya aktif dalam kegiatan resosialisasi kepada para gelandangan. Mengamati langsung kegiatan sosial yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dan tumbuh di lingkungan keluarga pendidik pada akhirnya mengasah sikap kritis dan perhatian Tutut terhadap dunia pendidikan. Ditambah dengan pengalamannya semasa kecil menempuh pendidikan di pondok pesantren membentuk sikap kritis dan kepeduliannya.

READ ALSO

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Baca Juga: Atasi Kecanduan Media Sosial untuk Menjaga Kesehatan Mental, Begini Pandangan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

“Saya dari keluarga aktivis pendidikan dan sosial, ayah dan ibu saya adalah tokoh-tokoh yang suka aktif dalam kegiatan sosial dan mendirikan sekolah. Ibu saya punya resosialisasi terhadap gelandangan sejak lama. Melihat bagaimana orang tua hidupnya pro sosial sekali. Itu yang menempa saya sampai sekarang,” ungkapnya.

Nilai-nilai kebaikan itulah yang terus dirawat dan diamalkan oleh Tutut hingga sekarang sebagai seorang akademisi. Nilai kebaikan itu pun juga diterapkan alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu di lingkungan tempat tinggalnya maupun di tempatnya mengabdi saat ini, Fakultas Psikologi UM.

“Saya sampai sekarang pun juga terus bagaimana bisa berbuat baik untuk orang lain. Itu yang saya ajarkan di lingkungan rumah dan juga di Fakultas Psikologi (UM),” kata Tutut.

Tertarik dengan ilmu psikologi sejak muda, Tutut memutuskan melanjutkan studi perguruan tingginya dengan mengambil program studi S1 Psikologi Sosial Unair. Bimbingan dari dosennya yang tidak hanya sekedar menunaikan kewajiban mengajar tetapi juga mendidik dan karakter mahasiswanya. Menjadi hal yang paling berkesan bagi Tutut selama kuliah.

Menggeluti dunia psikologi membuatnya menyadari bahwa manusia bukan sebuah robot sehingga untuk bisa memahami manusia dan perilakunya dibutuhkan sebuah ilmu dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Hal itu pun didukung dengan pengalaman masa kecilnya melihat bagaimana sang ibu berupaya membantu gelandangan mengaarkan nilai, norma, dan praktik yang mendorong mereka agar bisa diterima di lingkungan sosial. Sehingga bagi Tutut melakukan hal baik kepada orang lain membutuhkan sebuah proses dan tidak dilakukan secara instan.

“Meski saya punya ilmu psikologi perilaku tetapi saya menyadari bahwa ternyata manusia itu bukan robot. Untuk mengubah perilaku tidak mudah butuh proses yang lama dan sistematik,” ujarnya.

Walau selama kuliah, Tutut bukan seorang aktivis organisasi intra dan ekstra kampus. Tumbuh di lingkungan aktivis membuatnya sudah memiliki rasa kritis terhadap suatu permasalahan sosial.

Ketika melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia (UI), Tutut meneliti perilaku organisasi di Indonesia seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Partai Keadilan Sosial (PKS), hingga pernah meneliti sosok yang dianggap radikal dan dituding sebagai dalam aktivitas terorisme di Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Baca Juga: Luar Biasa! Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Mudah Diterima di Berbagai Bidang Kerja dan Profesi

Dari penelitiannya itu, Tutut melihat bagaimana cara pandang manusia terhadap sebuah ideologi agama dapat begitu mempengaruhi perilaku seseorang.

Sementara melihat arus perubahan zaman saat ini, Tutut melihat ada tantangan yang dihadapi psikologi di masa depan. Yakni kompleksitas kehidupan manusia di era digital yang saat ini dan mungkin di masa depan kehidupan akan banyak dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi.

Sebagai seorang akademisi yang mengawali karirnya sejak 1998 itu menilai peminatan ilmu psikologi yang terdiri dari psikologi sosial, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi industri, dan psikologi organisasi. Kini terus berkembang dan harus adaptif dengan perkembangan zaman.

Tutut melihat kecenderungan yang terjadi di masyarakat saat ini. Kemudian mengembangkan keilmuan psikologi dalam wujud pengembangan kurikulum program studi S2 Psikologi UM yang mencoba untuk adaptif dengan teknologi digital. Diwujudkan dalam konsentrasi cyber physicology, artificial physicology, dan big data dalam psikologi sebagai jawaban menghadapi tantangan ilmu psikologi di masa depan.

Baca Juga: Fakultas Psikologi UM Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental bagi Lansia

Apa yang dilakukannya itu pun menjadi kekhasan atau keunikan dari Fakultas Psikologi UM yang tidak ada di kampus lain.

“Sekarang ini trennya ke cyber dan digital. Itu (perubahan) telah disadari oleh semua penyelenggara psikologi di Indonesia dan dunia. Ini yang berbeda dari S2 Psikologi di tempat lain,” terangnya.

Bagi Tutut ada tiga hal penting yang menjadi pedomannya dan tertanam kuat dalam benaknya sejak masih menjadi mahasiswa hingga kini mengemban amanah sebagai seorang dekan. Ketiga hal itu adalah egaliter, experience (pengalaman), dan terus merawat rasa ingin tahu agar terus berkembang.

Selengkapnya Anda dapat menyaksikan tayangan podcast Tugu Inspirasi di kanal YouTube Tugu Malang.Id atau melalui link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=MvpOH6rak-8.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: Dekan Fakultas Psikologi UMFakultas Psikologi UMUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Saturday, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Wednesday, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Saturday, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Monday, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Thursday, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Tuesday, 5 May 2026
Next Post
Media Sosial

Cuitan Lawas Ridwan Kamil Mendadak Viral di Media Sosial X, Ternyata Begini Cara Mencari Tweet Lama

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.