Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Trinil, Situs Manusia Purba di Ngawi yang Diakui Dunia

Redaksi by Redaksi
November 10, 2022 9:46 am
in Pilihan Redaksi
Diorama pithecanthropus erectus di Museum Trinil.

Diorama pithecanthropus erectus di Museum Trinil. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jejak penting manusia purba dalam riset paleontologi ditemukan di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jejak itu adalah fosil manusia purba yang diberi nama pithecanthropus erectus.

Fosil kera berjalan tegak itu ditemukan di daerah yang disebut Trinil, yaitu sebuah kawasan di lembah Bengawan Solo, tepatnya di Jalan Raya Ngawi-Solo KM 13, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar. Konon, lokasi ini menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman pleistosen tengah, sekitar satu juta tahun yang lalu.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Juru Pelihara Museum Trinil Ngawi, Agus Hadi Widiarto, menjelaskan bahwa Trinil merupakan nama situs, bukan nama dusun atau desa.

Agus menunjukkan patung pithecanthropus erectus. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

“Nama situs di mana ditemukan fosil manusia pithecanthropus erectus yang lokasinya di tepian Bengawan Solo, ada di antara tiga desa. Kebetulan lokasinya itu di tepian aliran Bengawan Solo, makanya si penemu memberi nama Trinil, tri artinya tiga desa, nil artinya sungai,” jelasnya, pada tugumalang.id, beberapa waktu lalu.

“Sampai sekarang, nama tersebut dipakai sebagai nama museum yaitu Museum Trinil yang berskala internasional,” imbuh Agus.

Dia menjelaskan, pithecanthropus erectus sendiri merupakan manusia purba yang ditemukan di Ngawi oleh orang Belanda, Eugene Dubois, pada tahun 1890. Berdasarkan lapisan tanah tempat fosil ditemukan, diperkirakan pithecanthropus erectus hidup 1-2 juta tahun yang lalu.

Tampak depan Museum Trinil di Ngawi. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

Eugene Dubois sendiri merupakan ahli anatomi berkebangsaan Belanda yang ingin membuktikan teori evolusi Darwin. Dia melakukan ekspedisi penelitian mulai dari daratan Eropa hingga ke Hindia Belanda (Indonesia).

“Akhirnya dia datang ke Indonesia, ikut tentara KNIL (Koninklijk Nederlands-Indische Leger) sebagai seorang doktor,” jelas Agus.

Di Trinil, Eugene Dubois menemukan fosil berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak, geraham, dan tulang kaki. Setelah dikonstruksi, terlihat spesies seperti kera, namun berdiri tegak, sehingga dinamai pithecanthropus erectus.

Poster perjalanan panjang menuju manusia modern yang terpajang di Museum Trinil. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

Ciri-ciri pithecanthropus erectus yakni berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat, tinggi badan berkisar 165-170 cm, berat badan sekitar 100 kg, berjalan tegak, makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.

Eugene Dubois mengelompokkan dan menamakan temuannya sebagai pithecanthropus erectus karena bukan termasuk ras kera, juga bukan ras manusia.

Koleksi dan suasana Museum Trinil. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

“Di sini, pithecanthropus erectus kapasitas otaknya 900 cc. Ini bukan ras kera dan bukan ras manusia, makanya diberi nama pithecanthropus erectus, kera berjalan, karena kera kapasitas otaknya 600 cc, manusia modern 1200-1400 cc,” jelasnya.

“Ini penemuan pertama di Indonesia, bahkan jadi temuan pertama kali di dunia,” ujarnya.

Selain fosil pithecanthropus erectus, museum seluas 24.010 meter persegi itu juga menyimpan fosil binatang. Ada fosil gajah purba berupa gading, tulang paha kanan, gigi, hingga geraham.

Patung gajah berada di halaman depan Museum Trinil. Foto/Lizya Kristanti/Tugu Jatim

Lalu fosil banteng dan kerbau purba berupa tulang rusuk, tengkorak kerbau, hingga tengkorak banteng. Serta beberapa fosil pendukung seperti cangkang kerang, kapak genggam, hingga rahang harimau.

Museum bertajuk “The Museum of Fossil Ngawi” ini, kini menyimpan lebih dari 4 ribu fosil. Juga terdapat tugu prasasti penanda berdirinya Trinil. Arti dari tugu itu adalah pithecanthropus erectus, berada 175 meter ke arah timur laut yang digunakan sebagai penunjuk arah tempat penemuan fosil.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Reporter: Lizya Kristanti

Editor: Herlianto. A

Tags: Eugene Duboisjelajah jawa baliManusia PurbaMuseum TrinilNgawiPithecanthropus ErectusSitus Purbakala

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Ilustrasi mendapatkan beasiswa.

Beasiswa Djarum Plus, Ini Syarat dan Cara Mendaftarnya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.