MALANG, Tugumalang.id – Tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Malang terus menurun setiap tahun. Di tahun 2022, TPT sempat menyentuh angka 6,7 persen dan kini turun menjadi 5,13 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di tahun 2021 berada di angka 5,4 persen. Angka tersebut naik ke 6,57 persen di tahun 2022.
TPT tercatat turun di tahun 2023 menjadi 5,7 persen dan terus turun di tahun 2024 hingga 5,13 persen. Di tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menargetkan TPT turun hingga 4,77 persen.
Baca Juga: Ini Strategi 3 Paslon Pilkada Kota Batu Tekan Angka Pengangguran di Kota Wisata
Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yudhi Hindarto mengatakan, pihaknya melakukan beberapa upaya untuk terus menekan angka pengangguran. Salah satunya adalah menggelar berbagai pelatihan agar warga Kabupaten Malang bisa menjadi wirausahawan baru.
“Ada berbagai giat pelatihan untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Yudhi, beberapa waktu lalu.
Program ini juga menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Malang. Setiap peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapat bantuan dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB).
Baca Juga: Pemkab Malang Usulkan Penambahan 4 SLB Negeri ke Pemprov Jatim
“Jadi para peserta langsung bisa mendapatkan NIB begiti selesai pelatihan. Harapannya mereka bisa menjadi wirausahawan,” tutur Yudhi.
Upaya lain yang dilakukan Disnaker Kabupaten Malang adalah memperbanyak giat sosialisasi agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang tidak menjadi pekerja ilegal.
Disnaker Kabupaten Malang memiliki Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang bisa memberikan informasi valid kepada PMI.
“Fasilitas itu bisa dimanfaatkan teman-teman PMI, baik dari sisi legalitas maupun konsultasi negara tujuan. Harapannya angka pekerja ilegal bisa diminimalisir,” kata Yudhi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























